Gerakan Menuju 100 Smart City, Wujudkan Sumbawa Sebagai Kota Pintar

oleh -383 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (13/05/2018)

Kabupaten Sumbawa telah terpilih sebagai salah satu Kabupaten/Kota di Indonesia yang akan mengikuti Program Gerakan Menuju 100 Smart City. Untuk mewujudkan hal itu, perlu diberikan pemahaman tentang Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia kepada seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sumbawa, Pimpinan BUMN, BUMD, Pimpinan Universitas, Civitas Akademika, Pakar dan Praktisi Teknologi Informasi serta unsur terkait lainnya. Karenanya Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa melaksanakan Sosialisasi Gerakan Menuju 100 Smart City. Kegiatan sosialisasi ini digelar Senin (14/5) pagi di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sumbawa, Anggota Forkopimda, utusan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Pimpinan OPD, Pimpinan BUMN dan BUMD, Camat, dan Kabag.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya menyampaikan, bahwa 8 Mei 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Gerakan Menuju 100 Smart City. Ini menyusul terpilihnya Kabupaten Sumbawa dari 50 Kabupaten/Kota di Indonesia melalui proses seleksi assessment Tahun 2018 sebagai daerah yang akan memiliki master plan pembangunan smart city. Sebelumnya pada tahun 2017 lalu telah terpilih 25 kabupaten/kota yang terlibat dalam gerakan ini, dan pada tahun 2019 mendatang direncanakan sebanyak 25 kabupaten/kota yang terpilih. Untuk itu Tahun 2019 nanti sudah terdapat 100 kabupaten/kota yang memiliki master plan pembangunan smart city.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Ibrahim, M.Si

Diungkapkan, konsep smart city atau kota pintar ini awalnya digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang kemudian didukung Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Bappenas, serta Kantor Staf Kepresidenan. Lahirnya konsep smart city itu sendiri kata Wabup, dilatarbelakangi kenyataan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia saat ini tinggal di wilayah perkotaan. Bahkan pada tahun 2025 mendatang, diprediksi sekitar 70 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang hidup di perkotaan, maka dipastikan semakin banyak pula permasalahan yang akan muncul seperti kemacetan, polusi, masalah pangan, energi, lapangan kerja termasuk penurunan kualitas hidup warganya. Terkait hal tersebut lanjut Wabup, konsep smart city hadir seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di dalamnya, untuk mengelola sumber daya yang ada secara efisien serta dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatannya maupun dalam mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.

Disampaikan pula beberapa komponen yang diprioritaskan dalam implementasi smart city. Antara lain Smart Living, yaitu pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan Sumber Daya Alam secara cerdas sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan. Smart People, yaitu pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas manusia dari segi pengetahuan dan keterampilan. Smart Mobility, yaitu pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang pemanfaatan sarana transportasi dan menunjang produktivitas. Selanjutnya Smart Government, yaitu pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola pemerintahan serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Smart Economy, yaitu pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang produktifdan berdaya saing. Serta Smart Environment, yaitu pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada suatu wilayah. ”Dari beberapa komponen tersebut, dapat disederhanakan tujuan diterapkannya smart city, yaitu untuk mendorong penggunaan teknologi dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan dan terpercaya, untuk meningkatkan layanan publik dan memberikan perhatian pada pemberdayaan masyarakat untuk berinovasi sebagai aktor utama pembangunan, serta membangun pola pikir, sikap dan karakter masyarakat yang lebih baik,” jelas Wabup.

Kabupaten Sumbawa selama ini sudah melakukan berbagai upaya yang menjadi cikal bakal penerapan smart city. Yaitu dengan mengupayakan pengadaan barang dan jasa atau lelang secara elektronik (e-procurement), menggunakan teknologi informasi untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas perangkat daerah, meningkatkan kapasitas SDM, membangun infrastruktur jaringan dan berbagai aplikasi untuk mempermudah akses informasi bagi masyarakat. Bahkan beberapa wilayah terisolir yang selama ini merupakan wilayah blankspot (tidak dapat menerima sinyal seluler) saat ini sudah bisa menikmati akses internet.

Kepada para pimpinan BUMN/BUMD, Wabup mengharapkan dukungannya untuk membantu memasang fasilitas internet di sejumlah fasilitas public. Dan kepada para Pimpinan OPD untuk terus melakukan koordinasi dan bekerjasama mengupayakan terobosan-terobosan baru dalam rangka implementasi smart city di berbagai sektor pemerintahan. Karena smart city pada dasarnya adalah program lintas sektor. Para Pimpinan OPD dituntut untuk proaktif memberikan data dari OPD masing-masing agar dapat diintegrasikan dalam dashbord smart city. Hal ini untuk mempercepat dan mempermudah implementasi program, termasuk dalam proses pendampingan penyusunan masterplan dan quick win smart city dari Kementerian Kominfo, sehingga dapat diketahui model pelayanan publik mana saja yang perlu disederhanakan serta harus ditunjang dengan teknologi informasi sesuai kebutuhan masing-masing perangkat daerah. “Untuk mewujudkan smart city ini melalui pembentukan karakter masyarakat yang cerdas, dengan tidak turut menyebarluaskan informasi hoax, ujaran kebencian, foto-foto, video dan informasi lainnya yang bisa menimbulkan ketakutan dalam masyarakat,” ajak Wabup.

Di akhir sambutannya Wabup mengutuk tindakan terror di Mako Brimob dan Jawa Timur, serta meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan foto-foto atau video korban aksi teroris, karena sama artinya dengan ikut menyebarkan misi teroris.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Ibrahim, M.Si melaporkan bahwa Smart City bertujuan mendorong penggunaan teknologi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan dan terpercaya. Selain itu untuk peningkatan layanan public dan memberikan perhatian pada pemberdayaan masyarakat untuk berinovasi sebagai aktor utama pembangunan, serta untuk membangun pola fikir, sikap dan karakter masyarakat yang lebih baik. Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Dwi Elfrida Martina, S.IP., MPPA dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang juga merupakan Tim Smart City. Ia berharap narasumber nasional ini dapat menularkan ilmunya sehingga harapan pemerintah dan masyarakat di daerah ini yaitu menjadikan Kabupaten Sumbawa sebagai Kota Pintar dapat terwujud. (JEN/SR/*)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *