Satu Pemanah Misterius Tertangkap

oleh -552 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (29/04/2018)

Pemanah misterius yang meresahkan masyarakat akhirnya tertangkap. Pelaku berinisial AS (19) warga Kecamatan Badas ini ditangkap Tim Buru Sergap (Buser) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Sabtu (28/4) malam. Dalam pemeriksaan, AS adalah eksekutor yang beraksi di wilayah Desa Kerato dan menyebabkan anak panah tertancap di leher Yandi Juniansyah (15) pelajar asal Desa Mama, Kecamatan Lopok.

Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo SIK MT yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kasat Reskrim, AKP Zaky Maghfur SIK, Sabtu (29/4), membenarkan keberhasilan anggotanya mengungkap satu dari beberapa kasus panah yang terjadi di wilayah hukumnya. Pengungkapan kasus ini berdasarkan keterangan saksi dan ciri-ciri fisik yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya. Atas dasar itu, polisi menangkap AS, yang saat itu sedang tidur di kos-kosannya. Sedangkan rekan boncengannya saat beraksi masih dalam pengejaran. Kemudian barang bukti yang digunakan dalam melakukan aksi kejahatan masih dicari. Untuk saat ini ungkap Zaky—akrab Kasat Reskrim disapa, AS hanya terkait dengan kasus panah yang menimpa Yandi Juniansyah dan belum mengarah ke korban-korban lainnya.

Dalam keterangannya, AS mengaku baru sekali melakukannya. Ini dilakukan karena ada persoalan lama dengan rekan-rekan korban. Sebelum kejadian, AS beberapa kali bolak-balik di TKP dan tidak menemukan sasaran yang dicari. Akhirnya AS melepas panah itu kepada korban yang kebetulan duduk bersama seorang wanita di TKP. “Sebenarnya korban bukan sasarannya. Tapi teman-teman korban. Karena tidak menemukan teman korban, akhirnya korban dijadikan sasaran,” kata Kasat Zaky, seraya menambahkan terhadap perbuatan tersangka ini, pihaknya menjerat dengan pasal UU Perlindungan Anak mengingat korbannya masih di bawah umur dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Terkait dengan kasus panah lainnya, Kasat Zaky mengaku masih terus berusaha mengungkap pelakunya. Dari penyelidikan sudah ada yang mengarah ke pelaku dan saat ini dalam pencarian. Ia berharap para pelaku lain segera ditangkap sehingga masyarakat merasa aman dan tidak lagi diresahkan dengan teror panah.

Seperti diberitakan, Yandi Juniansyah (15) harus dilarikan ke RSUD Sumbawa, Jumat (27/4) lalu, akibat lehernya tertangkap anak panah. Sebelum kejadian, sekitar pukul 18.45 Wita, korban bersama pacarnya duduk-duduk di depan kost. Tak berselang lama, muncul dua orang pelaku berboncengan sepeda motor melintas di depannya. Pelaku ini berbalik langsung mengeluarkan panah dan mengarahkannya ke korban. Melihat hal tersebut korban panik dan berusaha menghindar. Namun panah itu melesat cepat menancap di bagian leher sebelah kiri korban. Dengan anak panah yang masih tertancap dan darah segar mengucur deras, korban menyelamatkan diri ke dalam kos-kosan. Rekan-rekan korban yang mengetahui kejadian itu sempat mengejar pelaku, namun kehilangan jejak. Korban dilarikan ke rumah sakit dan esok harinya menjalani operasi guna mengeluarkan anak panah yang masih menancap di lehernya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *