SUMBAWA BESAR, SR (27/04/2018)
Hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April setiap tahunnya semarak diperingati di seluruh negeri. Untuk menunjukkan kepedulian serta keprihatinan terhadap ‘bumi’ yang kian menua ini, Komunitas Sumbawa Visual Art turut menghelat acara pameran seni yang bertajuk “wajah IBUmi” yang digelar 22-24 April 2018 di Lapangan Pahlawan (Bale Jam) Sumbawa Besar.
Penanggung jawab acara, Ade Maulana menjelaskan dihelatnya pagelaran seni ini sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman maupun ajang untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi bumi saat ini. “Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bumi yang sudah tidak ramah lagi, serta mengajak masyarakat luas untuk lebih menaruh empati terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya,” jelas pemuda yang akrab disapa Bang ‘Moel Art’ salah satu anggota Sumbawa Visual Art.
Tema yang diangkat dalam kegiatan pameran senirupa kali ini amat menarik yaitu ‘wajah IBUmi’. Diangkatnya tema tersebut terang Moel, bukan tanpa alasan, sebab apabila dilihat kondisi bumi saat ini, semakin mengkhawatirkan. Bencana alam, pancaroba yang berkepanjangan, dan perusakan lingkungan terjadi di berbagai wilayah di muka bumi ini. “Pada perayaan Hari Bumi pada tahun 2018 ini, kami ingin memberikan sedikit hadiah melalui aksi (seni) untuk mengajak masyarakat sumbawa khususnya kawula muda untuk bersama-sama menjaga bumi,” ungkap Moel saat ditemui di lokasi acara.
Kegiatan pameran senirupa ini melibatkan para seniman rupa Sumbawa dari berbagai gendre dan usia. Ada 27 karya seni yang dipamerkan, terdiri dari poster, lukisan, dan seni instalasi. Semua karya yang dipamerkan mengacu pada tema ‘Bumi’. Pada malam ketiga sekaligus malam penutup, menghadirkan penampilan beberapa musisi dan band Sumbawa. Di antaranya, Orchess Moqhonk, Marege, Defamotion, dan Drugstone. Lapangan Pahlawan pun menjadi semarak dengan banyaknya pengunjung yang tertarik untuk melihat karya seni yang dipajang di area seputar Bale Jam. (NING/GAL/SR)






