SUMBAWA BESAR, SR (17/04/2018)
Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc melakukan panen raya jagung sekaligus Pencanangan Gerakan Petani Menabung (GPM-SAHABAT) untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat, di Dusun Ai Limung, Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Senin (16/4) kemarin. Panen raya di lahan seluas sekitar 3.000 hektar tersebut diperkirakan menghasilkan 27 ribu ton jagung.
Dalam sambutannya, Bupati Husni menyampaikan terima kasih kepada Camat Moyo Utara yang telah menginisiasi lahirnya Gerakan Petani Menabung. Pencanangan GPM dinilai sangat tepat yang disandingkan dengan momentum panen raya jagung. Upaya ini untuk memberikan pemahaman kepada petani agar hasil melimpah yang diperoleh nanti tidak serta merta dihabiskan sebagaimana kebiasaan selama ini. Untuk diketahui, tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan produksi jagung sebesar 1 juta ton. “Alhamdulillah dari target tersebut, pada Bulan Maret lalu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan PT. Seger Nusantara telah mampu melakukan ekspor jagung ke Filipina mencapai 100.000 ton. Hari ini, kami bersyukur karena para petani di Kecamatan Moyo Utara dapat melakukan panen raya jagung dengan luas areal panen mencapai 3.000 hektar, meningkat signifikan dari hanya 600 hektar pada tahun 2016 lalu. Adapun produksi jagung dari hasil panen raya ini diperkirakan mencapai 27.000 ton,” ungkap Bupati.
Kenyataan ini tentunya menjadi motivasi sekaligus memberikan harapan dan semangat baru bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah, karena berbagai program pembangunan, pembinaan dan pendanaan yang telah diupayakan bagi masyarakat petani, membuahkan hasil. Disampaikan pula, selain produksi jagung yang melimpah, Sumbawa juga memiliki potensi limbah jagung yang cukup besar seperti jerami, tongkol dan juga klobot atau kulit buah jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak. Bahkan limbah jagung tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai biomassa, yakni salah satu sumber energi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa kemudian mencanangkan program Gema Jipi (Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung Integrasi Sapi) yakni program yang mengkolaborasikan sektor pertanian melalui tanaman jagung dengan sapi pada sektor peternakan. Bupati berpendapat bahwa integrasi pertanian jagung dan peternakan sapi ini harus berorientasi pada bisnis dan industri agar target untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kedua komoditas tersebut benar-benar dapat tercapai. Masyarakat petani maupun peternak dalam hal ini juga harus berpikir ke arah bisnis dan industri. Peternak tidak cukup hanya memelihara dua atau tiga ekor sapi. Begitu pula petani, harus mulai berpikir tentang mengolah limbah jagung menjadi pakan sapi, agar pada masa tertentu, peternak tidak kesulitan mendapatkan pakan. Untuk itu, petani harus mulai melakukan inovasi dalam mengolah limbah jagung agar sejalan dengan orientasi bisnis usaha ternak sapi maupun pertanian jagung itu sendiri.
Sebelumnya Camat Moyo Utara Tajuddin SH melaporkan bahwa kecamatannya ada 100 hektar yang ditanami jagung. Pada tahun 2016 lalu petani di Kecamatan Moyo Utara dapat melakukan panen raya jagung dengan luas areal panen dari hanya 600 hektar kini 3.000 hektar. Petani pemula dapat menghasilkan jagung 8-9 ton/hektar, bahkan ada yang mencapai 12 ton/hektar, meningkat sangat signifikan. “Alhamdulillah dengan adanya jalan lintas Samota yang telah dibangun di Kecamatan Moyo Utara, petani dapat memanfaatkannya sebagai lokasi untuk menjemur jagung sementara (Lantai Jemur). Sehingga dari jagung yang dulunya dijual dalam keadaan masih basah seharga Rp 2.500 per Kg sekarang petani dapat menjual hasil panen jagung dengan keadaan kering Rp 3.150,” sebut Tajuddin akrab pejabat yang dikenal dengan sebutan Camat Jagung ini.
Di bagian lain Camat Tajuddin meminta petani untuk hasil panen pertama dapat membeli kebutuhan yang dapat mendukung kegiatan tani dan sehari-hari. Kemudian tahun kedua petani diharapkan menabung dan tabungan tersebut diarahkan ke Bank NTB yang merupakan bank daerah atau bank masyarakat NTB. “Alhamdulillah Bank NTB dapat menyambut baik niat para petani ini,” pungkasnya. (SR)






