SUMBAWA BESAR, SR (28/04/2018)
Keresahan masyarakat Sumbawa terkait aksi pemanah misterius, sedikit mereda. Hal ini menyusul diamankannya empat orang remaja yang diduga sebagai pembuat anak panah, Sabtu (28/4) sore pukul 17.00 Wita. Keempat terduga ini adalah MZA (15 tahun) pelajar di Desa Labuan Sumbawa Kecamatan Badas, AK (16 tahun) pelajar dan DH (21)—keduanya warga Kampung Irian Kelurahan Uma Sima, serta IM (16 tahun) remaja putus sekolah yang beralamat di Kelurahan Pekat Kecamatan Sumbawa.
Menurut informasi yang dihimpun SAMAWAREA, penangkapan keempat terduga ini dilakukan di Gang Yayasan Darul Muhsinin, Dusun Uma Beringin, Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes oleh salah seorang anggota TNI. Bermula ketika anggota tersebut meminjam sabit untuk memotong rumput di rumah warga setempat. Saat itulah anggota ini melihat anak panah yang sudah jadi. Anggota ini bertanya kepada pemilik rumah yang kemudian menanyakannya kembali kepada putranya. Putranya pun mengaku jika anak panah itu milik teman-temannya. Singkatnya keempat remaja yang diduga pembuat anak panah itu dihadirkan dan diamankan. Barang bukti yang berhasil disita adalah sebuah anak panah yang sudah jadi, paku besi ukuran 12 centimeter bahan pembuatan anak panah, satu gagang katapel yang belum jadi, sebuah gergaji besi dan empat HP. Anggota ini langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang tak berselang lama tiba di TKP. Selanjutnya para terduga ini digelandang ke Polres Sumbawa untuk diproses lebih lanjut.
Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Zaky Maghfur SIK malam ini, mengakui telah diamankannya 4 remaja. Dalam pemeriksaan, terungkap jika para remaja ini adalah pembuat anak panah. Dan sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi mereka sebagai pelaku yang memanah para korban. “Mereka adalah pembuat anak panah, dan belum ada kaitannya dengan para korban maupun aksi teror yang membuat warga resah. Ini terus kita dalami,” ujarnya, seraya menghimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak menjustifikasi terhadap hal-hal yang belum diketahuinya secara pasti. Sebab dengan informasi yang salah justru akan menimbulkan persoalan baru yang bisa mengganggu kondusifitas.
Untuk diketahui, tercatat sudah 5 korban kasus pemanah misterius. Keempat korban ini berada di lokasi berbeda. Kemarin tercatat dua korban sekaligus. Satu di Lopok, satunya lagi di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwis. Kedua korban harus menjalani operasi untuk mengeluarkan anak panah yang menancap di leher dan bagian dada. Adanya teror panah ini membuat warga resah dan tidak berani keluar malam. Sebab pelaku muncul secara tiba-tiba dan tanpa basa basi langsung menyerang. (JEN/SR)







Infonya malam ini ada satu lagi ya yg kena? Betul apa tidak? Soalnya di share di WA. Tolong pak polisi dipercepat pengungkapannya