SUMBAWA BESAR, SR (28/04/2018)
Keresahan masyarakat kian bertambah. Pasalnya, aksi teror panah masih bergentayangan dan korban terus berjatuhan. Apalagi sejauh ini polisi belum berhasil mengungkap pelakunya. Tercatat sudah 4 korban yang tertancap panah dalam dua minggu belakangan ini. Kasus yang paling anyar menimpa Yandi Juniansyah (15). Remaja yang ngekost di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwis ini harus dilarikan ke RSUD Sumbawa, Jumat (27/4) tadi malam, akibat lehernya tertangkap anak panah.
Menurut informasi yang dihimpun SAMAWAREA, sebelum kejadian, sekitar pukul 18.45 Wita, korban bersama pacarnya duduk-duduk di depan kost. Tak berselang lama, muncul dua orang pelaku berboncengan sepeda motor melintas di depannya. Pelaku ini berbalik langsung mengeluarkan panah dan mengarahkannya ke korban. Melihat hal tersebut korban panik dan berusaha menghindar. Namun panah itu melesat cepat menancap di bagian leher sebelah kiri korban. Dengan anak panah yang masih tertancap dan darah segar mengucur deras, korban menyelamatkan diri ke dalam kos-kosan. Rekan-rekan korban yang mengetahui kejadian itu sempat mengejar pelaku, namun kehilangan jejak.
Saksi di TKP menyebutkan, wajah korban sulit dikenali karena tertutup masker. Namun saksi menyebutkan ciri-ciri kendaraan yang digunakan pelaku adalah Yamaha Jupiter MX dengan kepala berwarna merah, tidak menggunakan dek samping dan menggunakan knalpot Satria FU. Saat beraksi pelaku yang duduk di depan menggunakan baju hem berwarna biru, helm hitam dan memakai masker. Sedangkan yang dibonceng menggunakan baju berwarna merah dan menggunakan masker.
Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT yang dihubungi SAMAWAREA, mengakui adanya kasus tersebut. Pihaknya tengah berusaha keras melakukan penyelidikan dan sampai saat ini timnya masih berada di lapangan. (JEN/SR)







Kalau ketemu, tolong disiksa dulu, baru setelah itu dibunuh, bangkainya kasih makan anjing