SUMBAWA BARAT, SR (14/03/2018)
Penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sumbawa Barat pada Tahun 2018 ini setiap bulannya terus meningkat. Januari tercatat ada 12 kasus, lalu meningkat menjadi 19 kasus di Bulan Februari, totalnya mencapai 31 orang. “TBC merupakan penyakit menahun atau kronis (berlangsung lama) dan menular, dapat diderita setiap orang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat, HM. Yuspi Holid, Rabu (14/3).
Menurut Holid, penyakit tersebut mengakibatkan peradangan pada paru sehingga penderita dapat meninggal dunia. Dari laporan setiap puskesmas, sebut Holid, jumlah kasus ini terus mengalami peningkatan. Penderita TBC ini cukup banyak ditemukan di daerah pemukiman yang lingkungannya tidak sehat dan lembab sehingga penularan atau penyebarannya berlangsung cepat.
Melihat kondisi yang sangat mengerikan ini, Dikes KSB terus melakukan sosialisasi tentang bahayanya TBC. Ia juga meminta masyarakat untuk memeriksa dirinya, sedangkan yang sudah terjangkit akan dilakukan pendampingan guna memastikan obat tersebut terus dikonsumsi oleh penderita. “Apabila penderita sudah rutin minum obat selama 6 bulan maka penyakitnya sudah bisa dikendalikan dan sudah tidak menular lagi,” katanya.
Kholid berharap warga memiliki kesadaran untuk melakukan pencegahan terhadap TBC, mengingat penularan penyakit tersebut lebih rentan daripada penularan penyakit mematikan lainnya, bahkan HIV dan AIDS sekalipun. “Membiasakan pola hidup bersih dan sehat, jika mengalami batuk lebih dari sepuluh hari segeralah memeriksakan diri. Paling penting penderita TBC harus sabar mengkonsumsi obat dan menjaga interaksi dengan sesama untuk menghindari penularan,” pungkasnya. (HEN/SR)






