Mayjen Benny Susianto: Jadikan Perbedaan Pemersatu Bangsa

oleh -462 Dilihat

SUMBAWA BARAT, SR (22/03/2018)

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto S.IP dalam pidato kebangsaannya menyampaikan, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, dan berbhinneka. Dari Sabang sampai Merauke beragam suku, agama, bahasa, etnis dan lainnya. Namun orang tua dahulu mampu bersatu menyatukan Nusantara menjadi Indonesia. Sejarah mencatat perbedaan telah menyatukan rakyat untuk merebut kemerdekaan. ‘’Kita jangan mempersengketakan perbedaan yang bisa menjadi penghambat, tetapi jadikan pemersatu di atas perbedaan sehingga menjadi kekuatan bersama,” kata Pangdam Benny.

Bangsa Indonesia khususnya rakyat Sumbawa Barat harus memandang Indonesia dan hidup dengan empat pilar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Pancasila adalah dasar negara yang menjadi rel dalam hidup berbangsa dan bernegara, mulai dalam masalah berketuhanan, hingga mengatur kehidupan sosial bangsa Indonesia. Pangdam pun mengungkapkan sejumlah isu di tengah rakyat Indonesia termasuk di Pulau Sumbawa yang perlu diperhatikan dan diantisipasi. Pertama, Indonesia menjadi pasar potensial narkoba. Orang tua berkewajiban menjaga anaknya dari narkoba. Kedua, isu konflik horizontal. “Alhamdulillah kasus ini tidak ada di KSB,” imbuhnya.

Ketiga, adalah isu lingkungan hidup, seperti ilegal logging dan lainnya. Tugas semua pihak untuk menjaga lingkungan. Banjir di Kota Bima dan banyak daerah lainnya menjadi contoh terjadinya bencana yang disebabkan rusaknya lingkungan karena perambahan hutan. Isu keempat adalah Pilkada. Tahun ini adalah tahun politik, salah satunya di NTB. Semua pihak harus menciptakan Pilkada yang damai, hindari politik adu domba mengatasnamakan SARA (Suku, Agama Ras dan Antar golongan). Hindari pula politik uang. Siapa pun yang terpilih maka dialah pemimpin dan harus didukung.

Dalam perhelatan Pilkada maupun pemilihan umum, pimpinan TNI bersama Polri telah menegaskan bahwa TNI dan Polri bersikap netral. Sikap netral tersebut untuk menjamin Pemilu yang jujur, adil dan aman. ‘’Jangan takut untuk mengingatkan kami jika prajurit kami ada yang tidak netral, karena kami sadar betul kami bagian dari rakyat, kami lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat dan sepenuhnya mengabdi ikhkas untuk rakyat,” ucap Pangdam.

Pangdam juga memuji potensi di KSB, mulai dari alamnya yang sangat potensial di sektor pariwisata. Jika dikelola dengan baik, pariwisata KSB akan berkontribusi terhadap APBN dan kesejahteraan rakyat. Pertanian di KSB juga sangat baik. Belum lagi potensi mineral tambang. Di KSB telah ada perusahaan tambang PT. AMNT. Pastikan perusahaan tersebut mampu berdampak langsung untuk mensejahterakan rakyat. Satu hal lagi yang unik disini ternyata ada Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) dengan Agen PDPGR-nya yang dapat merangkul TNI-Polri, tentu program gotong royong ini perlu dicontoh daerah lain. Apalagi gotong royong sebagai budaya bangsa yang luhur kini mulai luntur. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *