SUMBAWA BESAR, SR (23/02/2018)
Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Sumbawa meluncur ke Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kamis (22/2). Menggunakan jalur laut pulang pergi selama 7,5 jam, TP4D yang didampingi pejabat dari Inspektorat, Dishub, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Bagian Pembangunan Setda Sumbawa ini ingin melihat hasil pengerjaan Pembangunan Dermaga Sebotok yang baru saja dituntaskan PT Kencana Raya Abadi Sentosa selaku rekanan. Ikut serta Kajari Sumbawa, Paryono SH MH. Saat ini proyek APBN senilai Rp 8,7 Miliar tersebut dalam masa pemeliharaan.
Ketua TP4D Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/2), mengatakan, keberangkatan tim ke Sebotok untuk memastikan hasil pekerjaan proyek dermaga setempat baik dan sesuai spesifikasi tekhnis. Hasil pengecekan, pengerjaan proyek dermaga yang pertamakali di Kabupaten Sumbawa ini cukup memuaskan. Hanya ada beberapa item yang perlu dirapikan seperti plesteran sisi dermaga yang masih terlihat kasar. Kontraktor berjanji akan memperbaikinya dalam masa pemeliharaan ini. Bahkan kontraktor juga bersedia untuk melakukan pengecetan konstruksi jembatan meski pekerjaan tersebut tidak masuk dalam kontrak. Terkait dengan respon masyarakat setempat, Erwin mengaku sangat antusias. Mereka sangat gembira karena keberadaan dermaga memudahkan mereka yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan ini untuk beraktivitas.
Seperti diberitakan, pembangunan fisik Dermaga Sebotok dimulai pada 1 November 2018 lalu ditandai dengan pemasangan tiang pancang dan diawali proses pengadaan material dari Surabaya. Proyek tersebut dikerjakan PT. Kencana Raya Abadi Sentosa dengan anggaran Rp 8,7 Milyar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perhubungan Tahun 2017. Hingga berakhir masa kontrak, pengerjaan dermaga belum tuntas sehingga diberikan perpanjangan waktu selama 50 hari. Meski demikian hanya dalam beberapa hari, dermaga itu berhasil dituntaskan. (JEN/SR)







