PERHIPTANI Sumbawa Gelar Konsolidasi Sukseskan Gema IJALAPI

oleh -304 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (14/12/2017)

Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Sumbawa menggelar konsolidasi, Rabu (14/12) kemarin. Kegiatan yang dipusatkan di aula salah satu hotel di Sumbawa itu dihadiri para penyuluh dari seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Pada kegiatan yang dipandu Sekretaris Umum Perhiptani Kabupaten Sumbawa, Repi S itu mengangkat tema “Berperan Aktif Dalam Menyukseskan Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung, Lamtoro dan Sapi (Gema IJALAPI) di Kabupaten Sumbawa”. Konsolidasi itu dihadiri para kepala OPD terkait sebagai narasumber. Mulai dari kepala Dinas Peternanakan Ir Talifuddin M.Si, Kepala Dinas Pangan, Kepala Arpusda hingga Kepala Dinas Pertanian Sumbawa yang juga menjabat Ketua Umum Perhiptani Kabupaten Sumbawa, Tarunawan S.Sos SP.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah saat membuka secara resmi kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada para penyuluh di Kabupaten Sumbawa yang selama ini telah bekerja maksimal. Meski demikian Wabup sangat berharap peran penyuluh terus ditingkatkan. Karena ke depan ada cukup banyak tantangan dalam upaya menyukseskan program ini. Salah satunya Gema IJALAPI.

Wabup mencontohkan dalam mengejar target pemerintah 1 juta ton jagung tahun mendatang. Keikutsertaan para penyuluh sangat diperlukan dalam mencapai target tersebut. Demikian juga dalam menyukseskan tanaman padi maupun peternakan. Karena diakui, hingga saat ini masih ada beberapa masalah pokok yang membutuhkan peran bersama untuk menyelesaikannya. Antara lain terkait masalah pupuk. Para tenaga penyuluh diharapkan juga mampu berinovasi dalam memberikan solusi mengatasi ketergantungan petani dengan pupuk urea ataupun NPK. Hal sama juga terjadi di bidang peternakan. Salah satu permasalahannya adalah masih terbatasnya pakan ternak. Peran penyuluh juga sangat dibutuhkan. Terutama dalam memberi pemahaman tentang adanya kolaborasi tanaman pakan ternak dengan berbagai jenis tanaman lainnya. “Penyuluh harus menjadi ujung tombak yang sangat tajam. Terimakasih atas perannya selama ini. Ke depan harus lebih ditingkatkan lagi,” kata Wabup.

Ketua Umum Perhiptani Kabupaten Sumbawa, Tarunawan S.Sos SP mengakui ujung tombak pertanian adalah penyuluh. Karena penyuluh merupakan pendukung dan perpanjangan tangan dari pemerintah. Khususnya dalam melaksanakan program unggulan di bidang pertanian.

Diakuinya, saat ini para penyuluh pertanian di Kabupaten Sumbawa yang totalnya 210 penyuluh masih terpecah. Terlebih dengan telah bubarnya badan penyuluh yang sebelumnya menjadi naungan para penyuluh. Konsolidasi yang digelar kemarin dihajatkan menjadi salah satu langkah awal untuk kembali menyatukan dan memperkuat para penyuluh yang ada di Kabupaten Sumbawa saat ini. Terlebih dengan adanya Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri terkait dengan penguatan fungsi penyuluh pertanian. Menindaklanjuti SE tersebut, setiap daerah diwajibkan untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penyuluhan Pertanian. Pembentukan UPTD setingkat eselon III ini akan bernaung di bawah Dinas Pertanian. Tugasnya membidangi seluruh aspek terkait bidang penyuluhan. “Konsolidasi sangat penting untuk terus kami memperkuat keberadaan penyuluh. Semoga ke depan penyuluh akan semakin kuat. Karena penyuluh merupakan salah satu ujung tombak pemerintah,” kata Tarunawan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Perhiptani Sumbawa, Repi S. Dia sangat berharap dengan konsolidasi kemarin akan mampu menciptakan koordinasi yang harmonis antara penyuluh pertanian dengan mitra kerja di lapangan. Sehingga ke depan semua program pemerintah baik di bidang pertanian, peternakan dan bidang terkait lainnya yang membutuhkan peran penyuluh bisa sukses maksimal. (JEN/SR)

 

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *