SUMBAWA BESAR, SR (22/12/2017)
Joy Adi Putra S.Kep telah tiada. Kepergian putra Plampang kelahiran 8 Oktober 1990 ini membuat para perawat khususnya tenaga sukarela dan honorer dirundung duka dan kesedihan. Namun putra ketiga dari empat bersaudara pasangan Budi Suparta (Alm) dan Rohani ini tetap dikenang dan selalu berada di hati rekan se-profesinya. Untuk mengabadikan namanya, Almarhum Joy dinobatkan sebagai Pahlawan Pejuang Nasib Perawat Sukarela.
Joy mengalami kecelakaan lalulintas, Kamis (21/12) kemarin, di tengah perjuangannya membela nasib rekan-rekannya yang diperlakukan tidak adil dan kurang mendapat perhatian pemerintah. Saat itu Joy dalam perjalanan dari Plampang menuju Alas Barat untuk mengkonsolidasikan rencana aksi demo lanjutan para perawat pada 27 Desember 2017 mendatang. Dalam perjalanan, Joy yang bertugas di Puskesmas Labangka ini sempat mampir di sejumlah puskesmas yang dilalui seperti Plampang, Lape dan Lopok. Tapi perjalanan mulianya terhenti di jalan raya depan Kebun Jeruk, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan Bus Yudi Jaya. Joy tewas di tempat dengan kondisi yang cukup mengenaskan. Joy sangat aktif di Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumbawa. Ia dikenal sangat supel dan memiliki jiwa kepedulian yang tinggi. Tidak heran kepergiannya diiringi tangis histeris rekan sesama perawat. Kehilangan sangat dirasakan ibunya, Rohani. Dengan tabah, Rohani mengaku iklas karena sudah takdir Yang Maha Kuasa. Ia hanya berharap rekan putranya dapat menyumbangkan doa agar Joy mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.
Ratusan perawat hadir saat pemakaman Joy di Pemakaman Umum Desa Sepakat Kecamatan Plampang. Tampak hadir Pengurus PMI yang juga Anggota DPRD Sumbawa, Andi Rusni SE. Di tempat itu para perawat menyatakan komitmennya untuk tetap melanjutkan perjuangan Joy. (BUR/SR)






