KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PMPD KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, SR (13/12/2017)
Kabupaten Sumbawa Barat kembali mengukir prestasi prestisius. Hal ini setelah Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, berhasil menjadi yang terbaik ketiga pada lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat nasional. Sebelumnya, Desa Kalimantong termasuk dalam Top Five Nasional bersama Desa Ngadirojo Kabupaten Pacitan Jawa Timur, Desa Air Emas Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Desa Tanah Datar Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dan Desa Titiwangi Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.
Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM mengapresiasi keberhasilan Desa Kalimantong menjadi terbaik ketiga BBGRM tingkat nasional. Saat yasinan yang berlangsung belum lama ini, bupati secara khusus menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak yang sudah berhasil mendukung Desa Kalimantong sebagai Top Five Nasional BBGRM. “Alhamdulillah, Desa Kalimantong Kecamatan Brang Ene mendapat predikat terbaik ketiga nasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, baik pemerintah desa, masyarakat hingga Agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR),” katanya.
Posisi tiga besar yang berhasil diraih Desa Kalimantong semakin memantapkan KSB sebagai kabupaten dengan julukan sebagai Bumi Gotong Royong. Karenanya, orang nomor satu KSB ini berharap ke depan, kegiatan gotong royong harus menjadi roh dalam kehidupan masyarakat KSB. Bupati menegaskan, gotong royong di Kabupaten Sumbawa Barat bukan sekedar kata. Namun budaya luhur bangsa ini, hidup dan dilaksanakan oleh rakyat Sumbawa Barat. Jika di daerah lain gotong royong masih dalam tatataran perbaikan mental. Namun di KSB sudah diaktualisasikan dalam mencapai tujuan. “KSB ini jauh dari sorotan media nasional, tapi kita bersyukur Kementerian Dalam Negeri tahu akan gerakan gotong royong yang kita laksanakan selama ini. Bukan saja di Desa Kalimantong, tapi gerakan ini sudah menjadi urat nadi seluruh masyarakat KSB. Karena, tidak berlebihan jika KSB saat ini disebut sebagai Bumi Gotong Royong. Itu diperkuat dengan keberhasilan kita menjadi terbaik ketiga tingkat nasional,” tandasnya.
Bupati kembali mengingatkan, semangat gotong royong yang diperkuat dengan Perda No. 3 Tahun 2016 ini sejalan dengan gerakan revolusi mental yang ditetapkan Presiden Joko Widodo Desember 2016 lalu. Di mana di dalamnya terkandung nilai integritas, etos kerja dan gotong royong. “Ini sejalan dengan semangat pembangunan berbasis gotong royong di KSB. Kita punya jiwa Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh. Itu sama dengan integritas, etos kerja dan gotong royong,” paparnya.
Sejak dua tahun terakhir, dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat semuanya dilandaskan pada jiwa gotong royong. Bupati menilai, keberhasilan Desa Kalimantong masuk dalam jajaran tiga besar nasional semakin menambah panjang prestasi KSB. Sebelumnya, dengan semangat gotong royong, KSB mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), karena keseriusan Pemerintah Daerah yang menuangkan program pemberdayaan gotong royong ke dalam Peraturan Daerah, yakni Perda No. 3 Tahun 2016 tentang Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) dan satu-satunya di Indonesia. “Gotong royong yang kita laksanakan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kejaksaan, TNI, Polri, Agen PDPGR dan masyarakat,” katanya lagi.
Sebagai motor atau penggerak gotong royong di tengah masyarakat adalah Agen PDPGR. Agen PDPGR tersebar di setiap desa/kelurahan dan blok atau peliuk. Di bidang sosial, agen mendata warga disabilitas, lansia untuk mendapat bantuan Rp. 250 ribu perbulan. Di bidang kesehatan, warga kurang mampu didata untuk mendapat BPJS kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah daerah. Di bidang pembangunan, Agen PDPGR mendata rumah yang kurang layak, termasuk yang tidak memiliki jamban, sehingga pada 2016 lalu, berhasil membedah rumah sebanyak 1.240 unit dan jambanisasi sebanyak 6.164 unit. “Jambanisasi ini dilaksanakan kurang dari 100 hari kerja pertama saya dengan Wakil Bupati. Semua dilaksanakan secara gotong royong dan biaya lebih irit,” tambahnya.
Uniknya lagi di KSB setiap malam Jumat melaksanakan evaluasi pembangunan dalam Forum Yasinan Pemerintah Kabupaten. Dalam forum ini secara bergiliran 18 Desa dan 48 blok peliuk Agen PDPGR bertemu Bupati dan Wakil Bupati. Wadah ini juga sebagai keterbukaan Pemerintah Daerah dengan maayarakat. Alhasil, wadah ini telah menghilangkan parlemen jalanan. Sehingga KSB tercatat sebagai kabupaten di Provinsi NTB sebagai Kabupaten Zero Horizontal Conflict. “Saya harap keberhasilan kita menjadi terbaik ketiga nasional itu semakin menambah semangat kita untuk terus membumikan Gotong Royong di KSB,’’ pintanya.
Sementara itu, Kepala DPMPD KSB melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Partisipasi dan Sosial Budaya Masyarakat, Lenny Tovany S.Pd, MM mengatakan, keberhasilan Desa Kalimantong masuk sebagai terbaik ketiga nasional tidak lepas dari dukungan semua pihak selama kegiatan berlangsung. Lenny demikian disapa berharap, keberhasilan ini ke depannya akan menjadi penyemangat masyarakat untuk terus menjadikan gotong royong sebagai bagian dari nilai budaya masyarakat KSB. “Dengan gotong royong semua bisa tertolong. Ini sesuai dengan semangat Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh (IJS) yang kita laksanakan selama ini,” katanya.
Desa Kalimantong sendiri dalam lomba tersebut dianggap mampu memenuhi empat indikator utama dalam penilaian BBGRM tingkat nasional. Di antaranya, kemasyarakatan, sosial ekonomi, sosial budaya dan agama serta lingkungan hidup. Untuk kemasyarakatan, Desa Kalimantong mampu melaksanakan dan menggerakan partisipasi masyarakat. Baik itu di bidang keamanan, Desa Kalimantong berhasil melalui kriteria tersebut. Itu bisa dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dalam menggalakan siskamling. Demikian halnya dengan sosial ekonomi, Desa Kalimantong saat ini memiliki banyak usaha koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, melalui program Kartu Bariri UMKM yang dilaksanakan Pemda KSB, kegiatan ekonomi masyarakat setempat juga semakin meningkatkan.
Sementara untuk indikator sosial budaya dan agama, Desa Kalimantong telah mampu melaksanakan sejumlah hal penting. Salah satunya melaksanakan kegiatan gotong royong bersama agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). “Kita juga melaksanakan program Pariri Lansia, dimana orang tua lanjut usia diberikan bantuan uang tunai setiap bulan melalui Kartu Pariri,” sebutnya.
Untuk lingkungan hidup, Desa Kalimantong juga mampu memenuhi indikator tersebut. Seperti program tuntas jamban bagi masyarakat yang belum memiliki jamban. Pelaksanaan kegiatan posyandu. ‘’Indikator-indikator ini sudah mampu kita penuhi,” katanya. Ditambah lagi, saat ini hanya KSB satu-satunya kabupaten di Indonesia yang sudah memiliki program daerah pemberdayaan gotong royong (PDPGR). “Keberadaan Perda ditambah dengan adanya 727 agen yang tersebar di KSB menjadi keunggulan tersendiri bagi kita,” pungkasnya. (HEN/SR)







