SUMBAWA BARAT, SR (07/10/2017)
Pemerintah Daerah Cirebon tidak keberatan jika Makam Undru dipindahkan ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai daerah asalnya. Hal ini terungkap saat Tim dari Pemda KSB terdiri dari Asisten I, Kadis Dinas Sosial, Staf Khusus Bupati, LATS KSB dan pihak keluarga atau ahli waris Undru bertolak ke Cirebon untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah kota di sana.
Sekretaris Dinas Sosial KSB, Manurung yang ditemui SAMAWAREA, Jumat (6/10) kemarin, mengatakan upaya pemindahan Makam Undru—Pahlawan Taliwang yang terkenal ini sudah dibicarakan dengan Pemkot Cirebon. Dalam pertemuan itu, Tim Pemda KSB yang dipimpin Asisten I menyampaikan silsilah Undru yang kebetulan hadir cicitnya dari Desa Sapugara. Sebaliknya Pemkot Cirebon mengaku sangat paham dengan sejarah perjuangan Undru. Bahkan di Cirebon Undru dianggap sebagai Sultan Sumbawa.
Hasil dialog tersebut pemerintah Kota Cirebon tidak keberatan dengan niat Pemda KSB memindahkan Makam Undru dari Cirebon ke KSB, asalkan yang menginginkan itu adalah ahli waris dari Undru. Setelah ahli waris sudah sepakat, selanjutnya pemindahan dilaksanakan sesuai Adat Cirebon. Hal itu sudah pernah dilakukan terhadap makam Tan Malaka yang dipindahkan sesuai dengan permintaan keluarga setelah. “Jadi untuk Makam Tan Malaka butuh waktu 10 tahun baru bisa dipindahkan. Tapi kami dari Pemerintah KSB berharap tahun depan Makam Undru sudah bisa dipindahkan ke KSB,” ujarnya.
Untuk memindahkan Makam Undru yang direncanakan pada Tahun 2018, Pemda akan menyiapkan makam khusus Pahlawan seluas 1 hektar. Saat ini lokasinya masih dicari termasuk lokasi pilihan di Balad dan Meraran.
Sekedar diketahui, Undru adalah pejuang dari Taliwang Sumbawa Barat yang mampu menggerakkan masyarakat melawan Belanda yang menginjakkan kakinya di Tana Sumbawa Barat Tahun 1902. Penjajah ini masuk Taliwang melalui pantai salah satunya Balad. Undru dan semua rakyatnya ditangkap. Bersama anaknya, Undru dibuang ke Makasar, lalu diungsikan ke Cirebon Jawa Barat hingga dia wafat. (HEN/SR)






