23 November, Presiden Jokowi akan Disambut Shalawat Badar

oleh -336 Dilihat

MATARAM, SR (03/10/2017)

Presiden Jokowi akan disambut Shalawat Badar oleh sekitar 10.000 ribu siswa dan santri dalam acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yang akan dilangsungkan di Islamic Center, Mataram, 23 November 2017 mendatang. Barisan santri dan siswa NU berjejer sepanjang Pendopo Gubernur NTB sampai Islamic Center mengumandangkan Shalawat Badar tempat rute presiden dan rombongan menuju Islamic Center dari Pendopo Gubernur NTB sekitar 1,5 Km. Adapun Munas Alim Ulama dan Konbes 1 NU akan berlangsung di Mataram, 23–25 November 2017. Demikian dikatakan Seksi Acara Munas dan Konbes NU , Baiq Muliana dan Zamroni Aziz dalam Koordinasi Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes 1 NU, di kediaman Haji Mahdan di Gerung Lombok Barat, Selasa (3/10)

Selanjutnya Baiq Muliana mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan untuk memeriahkan acara pembukaan yang akan dihadiri Presiden Jokowi beserta beberapa Menteri terkait. “Seksi acara akan bertanggungjawab penuh untuk kesuksesan acara karena akan mengharumkan nama baik NU dan NTB pada umumnya,” sambung Zamroni Aziz yang juga Ketua GP Ansor NTB.

Sementara Ketua Tanfidziyah PW NU NTB , TGH Taqiuddin Mansyur, mengharapkan semua pihak untuk berpartisipasi dan menyukseskan acara kaum Nahdliyin yang akan dihadiri sekitar 500 utusan dari PWNU se Indonesia, termasuk ribuan kaum nahdliyin yang hadir sebagai penggembira. “Dua puluh tahun NTB pernah jadi tuan rumah Muktamar NU dan sukses. Sekarangpun harus lebih baik dan sukses lagi,” kata TGH Taqiuddin Mansyur seraya menambahkan dalam beberapa hari kedepan Panitia Munas dan Konbes NU akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Mataram.

Sedang Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes 1 NU, Lalu Winengan mengusulkan ada panitia khusus yang menangani bazar selama berlangsungnya acara agar lebih efektif dan terkoordinir dengan baik. “Ini untuk praktis dan efektivitasnya agar acara Bazar berjalan dengan baik dan tetap di bawah koordinasi seksi acara,” kata Lalu Winengan.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Panitia, Marinah Hardi berlangsung dinamis karena masing-masing seksi diminta menyampaikan progres report yang menjadi tanggungjawabnya seperti seksi akomodasi, transportasi, dan acara. Masing-masing seksi sudah mempresentasikan kemajuan kegiatan yang sudah dilakukan, termasuk fasilitas penunjang di enam ponpes yang sedianya akan dipakai untuk hajatan besar ini.

Hajjah Wartiah–Pimpinan Ponpes Nurul Islam Sekarbela mengatakan semua fasilitas di ponpesnya sudah siap dan ada beberapa pekerjaan seperti pembuatan MCK dalam seminggu kedepan selesai. “Selain itu ada 10 kamar kos-kosan dengan fasilitas lengkap bisa dipakai secara gratis,” ungkap Hajjah Wartiah yang juga Ketua DPW PPP NTB.

Sementara koordinator Akomodasi, Abdul Majid menegaskan, sudah menyiapkan tempat bagi peserta yakni dengan memboking ratusan kamar hotel. Sementara untuk rombongan di luar peserta resmi, seksi akomodasi akan memusatkan di Asrama Haji atau Ponpes Darul Hikmah sebagai shelter penampungan para tamu nahdliyin tersebut. “Prinsipnya seksi akomodasi akan berbuat yang terbaik untuk para tamu undangan resmi maupun tidak agar pelaksanaan Munas dan Konbes 1 NU tidak terciderai,” pungkasnya. (*)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *