Aksi Donor Darah IKA SMANDITA Melebihi Target

oleh -344 Dilihat

SUMBAWA BARAT, SR (26/07/2017)

Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Taliwang (Smandita) Angkatan 2010 kembali menggelar kegiatan donor darah massal, Selasa (26/7) pagi. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari sejumlah pihak. Tidak mengherankan jika Aula SMAN 1 Taliwang—tempat pelaksanaan kegiatan, dipadati para pendonor yang datang dari berbagai unsur di antaranya RSUD Asy-Syifa, Polres KSB, BNN, Pol PP, SMAN 1 Taliwang, dan masyarakat umum. Hasilnya pun melebihi target yang telah ditentukan. “Alhamdulillah kegiatan donor darah yang kami laksanakan pada hari ini mendapatkan atensi yang cukup tinggi dari beberapa pihak, bahkan stand donor yang kami siapkan sangat ramai,” kata Ketua IKA Smandita, Irman Alfiansyah, S.Pd yang ditemui media ini di sela-sela kegiatan.

Tingginya berpartisipasi aktif para pihak untuk mendonorkan darahnya membuat panitia dari IKA Smandita dan tenaga medis RSUD Asy-Syifa kewalahan. Bahkan jumlah kantong darah yang terisi melebihi target yang ditetapkan. “Awalnya kami hanya targetkan 40 kantong, tapi ternyata banyak yang donor hingga mencapai 74 kantong, itupun masih banyak lagi yang mau donor tapi kami arahkan ke rumah sakit karena tenaga medisnya kewalahan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan donor darah ini mampu memicu partisipasi masyarakat untuk menjadi pendonor aktif. “Kalau ada yang membutuhkan darah, bisa langsung dikoneksikan ke masyarakat melalui komunitasnya, termasuk kami di IKA SMANDITA sangat siap untuk mendonor,” tambahnya.

IKA Smandita akan tetap berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan ini. Ke depan pihaknya berkeinginan menggandeng PMI Cabang Sumbawa Barat yang selama ini vakum. “Kami rindu aktifitas PMI KSB, bila perlu kegiatan donor darah di masa mendatang diinisiasi PMI,” tandasnya.

Sementara Direktur RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat melalui Kepala Ruangan Bank Darah, Iwan Mulyawan S.Kep menyatakan kegiatan donor darah yang digelar berbagai pihak termasuk IKA Smandita sangat membantu dalam mengatasi kekurangan stok darah di rumah sakitnya. Selama ini RSUD setempat kerap kekurangan darah karena stoknya terbatas. “Biasanya kalau ada yang membutuhkan darah, kami meminta pihak keluarga pasien yang mencari pendonor,” ujarnya.

Ia mengaku kewalahan mencari pendonor untuk pasien yang mengalami kecelakaan lalulintas dan ibu bersalin. Sebab saat stok darah yang terbatas, kebutuhannya sangat mendesak. Namun demikian semuanya selalu bisa terpenuhi, meski sedikit terlambat. Sedangkan pemenuhan darah untuk pasien rawat inap, tidak ada kendala karena masih banyak waktu untuk mempersiapkan pendonornya. “Dengan adanya komunitas yang melaksanakan kegiatan donor darah seperti ini sangat membantu sekali terutama untuk pasien di rumah sakit. Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada teman-teman IKA Smandita. Ke depan jika akan melakukan kegiatan serupa, kami sangat siap untuk memback-upnya”, pungkasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *