Kasus Pencurian di Kantor Desa Sepayung Dinilai Janggal

oleh -394 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (22/04/2017)

Jajaran Polsek Plampang terus mengusut kasus pencurian di kantor Desa Sepayung Kecamatan Plampang. Upaya ini dilakukan guna mengungkap apakah ada kemungkinan orang dalam terlibat. Namun untuk memastikannya, polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Jumat kemarin, penyidik Polsek setempat menghadirkan Rosita. Bendahara desa ini dimintai keterangannya selama beberapa jam. Dalam keterangannya Rosita menuturkan, sebelumnya, Kamis lalu ia mencairkan uang di Bank NTB Plampang sebesar Rp 31.200.000 untuk pembayaran gaji kepala desa beserta staf dan perangkat lainnya. Sebagian perangkat desa ini sudah mengambil gajinya sehingga tersisa Rp 16.670.000. “Yang belum mengambil gaji di antaranya kepala desa, 8 orang kepala dusun, 37 orang ketua RT dan 12 ketua RW,” sebutnya.

Sisa uang itu disimpan di dalam laci lemari nomor dua dari bawah. Di dalam laci itu, uang itu disembunyikan di bawah tumpukan kertas. Sedangkan buku tabungan di laci paling atas. Hari Minggu (16/4) uang itu masih ada, namun Senin esoknya sudah raib.

bendahara dan sekdes Desa Sepayung diperiksa polisi

Sementara Sekretaris Desa Sepayung M. Ali mengakui jika selama ini dia jarang menempati ruangannya karena ditempati Kepala Urusan (Kaur) Keuangan. Bahkan kunci ruangan tidak ada padanya. “Saya masuk ruangan ketika ada yang penting saja,” aku Ali.

Kades Sepayung, Sahabuddin menambahkan bahwa kunci kantor dipegang Kaur Keuangan. Bahkan Kaur tersebut tidur di kantor. Ia mengakui jika kasus pencurian di kantornya sudah dua kali terjadi. Kades berharap polisi dapat mengungkapnya.

Untuk diketahui, sementara ini ruangan Sekdes belum bisa ditempati karena telah dipasangi police line oleh pihak polsek. Dari olah TKP, mulai dari pintu, jendela dan atap kantor tidak ada yang rusak. Polisi juga menemukan jejak kaki di pintu dan tembok di dalam ruangan Sekdes. Plafon di dalam ruang Sekdes jebol diduga jalan bagi pelaku untuk masuk ke ruang Kades dengan menjebol plafon. Sebab di ruang kades itu ada lemari kabinet tempat bendahara menyimpan uang. (BUR/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *