SUMBAWA BESAR, SR (14/02/2017)
Banjir kembali menerjang Kecamatan Plampang, Senin (13/2) malam. Banjir susulan tersebut merendam tiga dusun di Desa Sepayung. Adalah Dusun Sinarjaya, Tegal Arum dan Dusun Kembang Sari. Camat Plampang, Ir. Nawawi didampingi Kasi Trantibnya langsung terjun ke lokasi untuk memantau situasi dan mengarahkan warga ke lokasi yang aman. Akibat dari banjir tersebut tercatat 583 rumah terendam. Banjir juga menerpa 25 hektar lahan pertanian, dan 32 hektar tambak udang. Di lokasi ditemukan dua ekor sapi mati akibat terseret arus.
Belum hilang kepanikan atas meluapnya sungai setempat, warga Sepayung dan Buin Rare Kecamatan Plampang dibuat was-was dengan meluapnya Bendungan Buin Rare. Kades Sepayung Sahabuddin, Sekdes dan Ketua BPD berbagi tugas. Mereka standby di tempat berbeda. Kades berada di dalam Desa Sepayung, sedangkan Sekdes dan Ketua BPD di luar desa untuk berjaga-jaga mengingat malam itu kondisi alam belum bersahabat. Hal ini mengingat 13 hulu sungai muaranya di Sepayung dan Desa Usar. Ditambah lagi air bendungan yang melebihi ambang batas dan memuntahkan air menggenangi sawah masyarakat.
Camat Plampang, Ir Nawawi kepada SAMAWAREA, Selasa (14/2) mengakui kondisi di wilayahnya sangat memprihatinkan. Selain banjir merendam rumah penduduk juga merusak tanaman petani yang tersebar di Desa Brang Kolong, Desa Usar dan Desa Sepayung. Total tanaman padi yang terendam 291 hektar dan tanaman jagung 32,25 hektar.

Untuk diketahui, pasca banjir, bantuan berdatangan. Di antaranya dari Kesbangpoldagri Sumbawa dan PT Sumbawa Juta Raya (SJR). “Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk korban banjir. Kami merasa prihatin dan terpanggil membantu sesama,” kata Lukman Mubarak, Perwakilan PT SJR. (BUR/SR)












