MATARAM, SR (25/01/2017)
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH, M.Si menerima kunjungan Tim Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di ruang kerjanya, Selasa (24/1). Kunjungan ini dalam rangka meminta izin terkait pelaksanaan pilot project vaksinasi masal Pnemoukokus Konjugasi. Diharapkan dengan adanya vaksinasi masal ini dapat menjadikan NTB sebagai daerah bebas penyakit infeksi paru-paru pada anak.
Harga vaksin Pnemoukokus Konjugasi sangat mahal, perdosis sekitar Rp. 850.000 dan butuh 4 kali imunisasi agar bayi bebas penyakit infeksi paru-paru basah. Karena harganya yang sangat mahal, Kementerian kesehatan diberi kesempatan untuk melakukan uji coba vaksin ini sebelum diterapkan di seluruh Indonesia.
Karenanya, Kementerian Kesehatan RI memilih NTB sebagai daerah ujicoba. Jika ujicoba ini berhasil maka akan dilaksanakan di seluruh Indonesia. Vaksinasi yang akan diujicobakan selama 2 tahun ini akan dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur.
Menanggapi kunjungan tersebut, Wagub didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. Nurhandini Eka Dewi sangat mengapresiasi kegiatan itu. Hal ini mengingat Provinsi NTB memiliki misi menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama dalam pencapaian kinerjanya. “Provinsi NTB sangat perhatian dalam bidang kesehatan, karena keberhasilan suatu daerah dilihat dari masyarakat yang sadar akan kesehatan,” pungkasnya. (NA/SR)









