Hendak Nyabu di Polres, Sepasang Kekasih Dicokok

oleh -261 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (14/01/2017)

MD dan IN terbilang pasangan paling berani sejagat raya. Bayangkan, keduanya nekat hendak pesta shabu di Ruang Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa. Namun sebelum aksinya terlaksana, anggota setempat sudah mengendusnya dan meringkus pasangan luar biasa tersebut, Jumat (13/1) sore kemarin. Saat digeledah, polisi menemukan satu poket shabu seberat 0,30 gram di kantong celananya.

Narkoba Lagi

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Elyas Ericson SH SIK, Sabtu (14/1) mengakui hal itu. MD dan IN merupakan kasus dugaan penggelapan mobil yang diamankan beberapa waktu yang lalu. Untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka, polisi masih mencari barang bukti yang dijual di Mataram. Saat diamankan di ruangan khusus di Satreskrim Polres Sumbawa, pasangan ini berulah. Pasangan yang belum resmi dijadikan tersangka tindak pidana penggelapan ini leluasa untuk berinteraksi dengan pihak luar. Keduanya pun berhasil mendapatkan narkotika jenis shabu. Ketika masih berada di teras Kantor Satreskrim, polisi langsung meringkusnya. Hasil pemeriksaan, ternyata barang haram itu diperoleh dengan cara mengumpulkan uang bersama beberapa orang lainnya yang juga diamankan di Satreskrim dalam kasus yang berbeda. Shabu itu kemudian diperoleh dari seorang pengendar berinisial HS. “Untuk pengembangannya kami sudah serahkan ke Satres Narkoba,” kata AKP Ericson—akrab mantan Kasat Reskrim Bima ini disapa.

Barang Bukti
Barang Bukti

Dikonfirmasi terpisah, Kasatres Narkoba, AKP Muhammad Fathoni mengatakan hasil pengembangan terungkap identitas pengendarnya yakni berinisial HS. Sekitar pukul 21.30 malam itu, timnya langsung bergerak ke kediaman HS wilayah Kelurahan Brang Biji. HS pun berhasil ditangkap. Ketika digeledah, polisi menemukan sejumlah barang bukti di antaranya 1 poket shabu seberat 0.45 gram, sebuah bong, pulpen berisi pipa kaca, gunting, dua buah handphone, sendok, senjata jenis airsoft gun dan uang tunai Rp 3.450.000. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap bandarnya,” demikian AKP Fathoni. (JEN/SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *