PETI di Alas Sudah Tidak Marak

oleh -410 Dilihat
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK

SUMBAWA BESAR, SR (23/12/2016)

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK menyatakan bahwa Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kecamatan Alas sudah tidak terlalu marak. Kegiatan ilegal tersebut masih dalam tahap wajar, tidak seperti sebelumnya. Namun demikian kegiatan ilegal tidak bisa ditolerir dan untuk mengatasinya masih dilakukan pendekatan persuasif. “Laporan dari kapolsek sudah tidak marak lagi, tapi saya sudah perintahkan Kapolsek untuk bersama-sama camat, Danramil, tokoh masyarakat terus memberikan pengertian kepada penambang agar tidak lagi melanjutkan aktivitasnya,” kata Kapolres.

Banyak yang berdalih jika penambangan itu dilakukan di lahannya sendiri. Apapun itu ungkap Kapolres, tidak bisa dibenarkan. Dan dampak dari aktivitas penambangan tanpa ijin ini sangat besar terutama bagi kesehatan dan lingkungan setempat. Dampak ini tidak langsung dirasakan saat ini, tapi 10—15 tahun mendatang. “Pengelolaan secara ilegal ini mengabaikan kaidah-kaidah lingkungan. Cara tradisional ini menggunakan bahan kimia yang limbahnya sangat berbahaya. Apalagi sekarang musim penghujan, limbah berbahaya itu terbawa banjir, masuk ke sumur-sumur, dan resapan air warga. Ini yang harus diwaspadai,” tukasnya.

Karena itu pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman bahwa PETI tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan kerusakan lingkungan, melainkan juga berisiko hukum. Pelaku penambangan ilegal ini bisa dijerat hukum. (JEN/SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Responses (3)

  1. Kesadaran masyarakat akan bahaya tambang seiring dgn berjalan waktu semakin meningkat sehingga semakin tdk marak lg utk melakukan aktifitas tsbt….
    TAPI..
    SITUASI BERBANDING TERBALIK DGN SAAT SKRG
    PERAN PETUGAS YG MEMBUAT WILAYAH TAMBANG EMAS TERSEBUT SEMAKIN MARAK & SEMARAK..
    mulut mengingatkan smntra hati mendustai

  2. Aturan di sumbawa hanya berlaku sekejap saja
    selanjutnya terserah anda
    Mdh2an Sumbawa jd Bima ke-2
    slalu musibah dtng pertama dr penanganan/antisipasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *