Nusantara Bersatu Ajang Perekat Persaudaraan

oleh -288 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN PEMDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT 

SUMBAWA BARAT, SR (01/12/2016)

Ribuan orang memadati Lapangan Graha Fitrah komplek Kemutar Telu Center (KTC), Rabu (30/11) kemarin. Tokoh pemuda, tokoh masyarakat, para pejabat termasuk Bupati dan Wakil Bupati KSB ikut membaur dan satu per satu menyampaikan orasi dan menyatukan tekad melalui kegiatan bertajuk Nusantara Bersatu yang digelar Kodim 1607 Sumbawa.

nusantara-bersatu

Tokoh masyarakat, Amir Mak’ruf Husain S.Pd MM yang didaulat menyampaikan orasi pertama menyatakan bahwa bukan keinginan dilahirkan sebagai orang Sasak, Sumbawa, Jawa dan lainnya. Sebagai manusia yang menerima kodrat dari Allah SWT mereka dipertemukan dalam suku yang beragam dan adat istiadat yang berbeda tapi sesungguhnya satu dalam persaudaraan. “Karena itu sebagaimana perintah Allah, untuk memakmurkan bumi ini mari kita bergandengan tangan dengan menghilangkan rasa benci di antara kita. Insya Allah, Allah akan memberikan rasa persaudaraan yang kuat di KSB ini,” ucapnya.

Ketua KNPI KSB, Trismas ST mengajak pemuda KSB menyatukan persepsi membangun KSB. Selain itu menghargai perbedaan dan keberagaman dalam kebhinekaan. Tentunya memaknai kebhinekaan dengan kerja nyata. Jadilah pelajar yang belajar dengan sungguh-sungguh dan jadilah pemerintah yang melayani rakyat dengan jujur dan ikhlas.

Sementara tokoh agama, Ustadz Samsul Ismail LC menyatakan bahwa Indonesia terlahir dari berbagai macam suku bangsa. Karena itu mereka tidak rela NKRI dirobek oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Kami dari Forum Ulama siap berjihad untuk kesatuan NKRI,” cetusnya.

nusantara-bersatu-bhineka

Ustadz Syamsul juga mengajak semua pihak bergandengan tangan untuk kembali pada dasar negara Indonesia yaitu Pancasila yang di dalamnya termaktub sila ketiga “Persatuan Indonesia”. Persatuan ini tidak akan ternoda jika para pihak saling menghargai dan tidak menghina agama apalagi dilakukan oleh orang yang bukan pemeluknya. “Mari hargai perbedaan karena perbedaan adalah rahmat yang jika dikelola dengan baik menjadi satu kekuatan,” ajaknya.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. HW. Musyafirin MM menghimbau semua pihak untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecahbelah persaudaraan dan persatuan bangsa. Menghargai perbedaan dan saling menghormati adalah wujud dari kebhinekaan. Munculnya reaksi dari umat muslim karena memang ada pihak-pihak yang tidak menghargai perbedaan dan menodai kebhinekaan. Padahal menurut Bupati, perbedaan itu bisa menghasilkan yang baru atau inovasi yang memicu lahirnya kreatifitas. “Marilah kita pelihara rasa persaudaraan, hargai perbedaan dan jadikan perbedaan sebagai kekuatan dan perekat bangsa,” pungkasnya. (HEN/SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *