MATARAM, SR (25/12/2016)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkirakan kerugian sementara akibat bencana banjir di Bima, mencapai Rp. 979,3 miliar. “Jumlah ini bisa jadi bertambah, karena masih terus kita mendata ulang di lapangan,” kata Mohammad Rum, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahad (25/12).
Menurutnya, data kerusakaan masih terus dikumpulkan dan akan digelar rapat untuk menghitung kerugian akibat banjir yang melanda daerah bagian timur NTB ini. Banjir di Bima merusak sejumlah sarana publik, rumah warga, dan lahan pertanian. Tak terelakkan pula, tentunya aktivitas perekonomian masyarakat ikut terganggu.
Data sementara dikumpulkan sebut Kalak BPBD, total pengungsi berjumlah 6.030 jiwa. Sejumlah dapur umum sudah didirikan. Jumlah terdampak Keseluruhan 5 Kecamatan (35 kelurahan) sambungnya, berjumlah 105.758 jiwa. Pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumahnya dari sisa material banjir. “Perlu kami sampaikan dan menjadi perhatian bahwa dalam bencana ini, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” demikian Mohammad Rum. (NA/SR)







dmn ada bencana
disana ada dusta