Rendah, Rehabilitasi Pengguna Narkoba di Sumbawa

oleh -340 Dilihat
Kepala BNNP NTB, Kombes. Pol. Sriyanto

SUMBAWA BESAR, SR (09/11/2016)

Meski pengguna narkoba di Kabupaten Sumbawa cukup tinggi, namun yang mengajukan diri untuk direhabilisasi atau kesadaran masyarakat untuk merehabilitasi pengguna narkoba terbilang masih sangat rendah. Kesadaran ini kalah jauh dari kabupaten tetangga. “Kami sudah menanyakan jumlah pasien yang direhabilitasi di rumah sakit ternyata hanya enam orang, jumlahnya kalah jauh dari Bima yang pada tahun ini sudah mencapai 30 orang,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Kombes Pol. Sriyanto saat dicegat SAMAWAREA di Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (9/11).

Banyaknya jumlah pasien yang direhabilitasi di Bima, ungkap Kombes Sriyanto, karena daerah tersebut sudah lama memiliki BNN. Dengan terbentuknya BNN Kabupaten Sumbawa diharapkan program rehabilitasi bisa lebih banyak lagi, sehingga masyarakat bisa direhabilitasi, terutama yang memang sudah pecandu. Tidak menutup kemungkinan yang baru mencoba juga akan direhabilitasi. “Memang kami akui program rehabilitasi pengguna narkoba masih terseok-seok,” akunya.

Menurut pemaparan Kepala BNN Sumbawa, ungkap Sriyanto, memang ada sejumlah pengguna narkoba yang terdata yang berarti masih ada penyalahguna narkoba yang baru dan belum tertangani. Karena itu Ia mendorong instansi terkait untuk bersinergi dan menggiatkan rehabilitasi. “Tanpa ada rehabilitasi, tidak mungkin bisa dilakukan pemberantasan narkoba,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, penyalahguna narkoba masih berada di tengah masyarakat yang seharusnya berada di dalam fasilitas rehabilitasi yaitu rumah sakit atau puskesmas. Meski rawat jalan asalkan para pengguna narkoba ini direhabilitasi agar tetap terkontrol. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *