Pemprov NTB Terima MTU dari Kementerian PUPR

oleh -295 Dilihat

MATARAM, SR (01/11/2016)

Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Ir. Yusid Toyib, M. Eng. Sc bersilaturrahmi dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Selasa (1/11). Silaturrahim di ruang kerja Gubernur ini dalam rangka serah terima pinjam pakai Mobile Training Unit  (MTU) dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia kepada Pemerintah Provinsi NTB serta pembukaan Uji Sertifikasi Tukang Bangunan Umum sekaligus meminta bantuan Gubernur terkait anggaran untuk pemberian sertifikat kepada tenaga konstruksi di NTB. “Industri konstruksi kita kalau di pusat tidak sebanyak industri konstruksi di daerah, kami harapkan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB untuk sertifikasi mulai dari badan usaha pertukangan, mandornya sampai tukang bangunan umumnya. Sehingga nantinya kita harapkan tidak akan ada tukang yang bekerja tanpa sertifikat yang mendukung,” ujar Yusid Toyib.

gubernur-pelatihan-1

Lebih lanjut Yusid-panggilannya memaparkan, untuk tukang yang telah memiliki sertifikat di NTB sendiri sekitar 30% dari 10 ribuan tukang di seluruh NTB. Untuk nasional justru lebih parah karena masih sekitar 6% dari 7,2 juta tukang yang sudah bersertifikat.

Menanggapi permintaan bantuan Yusid, Gubernur meminta Kepala SKPD terkait untuk membantu menyiapkan anggaran yang dibutuhkan menuju proses sertifikasi tenaga konstruksi tersebut. “Untuk anggaran sertifikasi tolong disiapkan karena ini adalah bagian dari  memastikan peningkatan keterampilan kerja tenaga konstruksi ke arah yang lebih baik untuk kemanfaatan yang lebih baik juga,” tukasnya.

gubernur-pelatihan-2

Menurut TGB-panggilan populer Gubernur, sertifikasi ini penting, karena menunjukkan sisi profesionalitas, kompetensi seorang pekerja untuk bekerja di bidangnya. Nantinya para pengguna jasa bisa memastikan bahwa tukang yang bertugas membangun sarana konstruksi itu mempunyai kompetensi yang cukup baik. “Pekerja konstruksi baik dari pusat, provinsi maupun dari pihak swasta yang ada di NTB ini sangat banyak, semua konsumen baik pemerintah dan non pemerintah itu punya kepentingan agar mutu dari pekerjaan konstruksi ini bisa meningkat, jadi kemanfaatan dari sertifikasi ini adalah jaminan terhadap bangunan yang dibangun oleh tenaga yang bersertifikasi dan memiliki kompetensi, sehingga diharapkan daya tahan bangunannya bisa lebih lama dan bisa mengurangi keluhan konsumen tentang bangunan yang cepat rusak,” harap orang nomor satu NTB ini.

Selanjutnya Gubernur NTB dan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR RI melepas sebanyak 14 tenaga konstruksi bersertifikat di halaman kantor Gubernur NTB yang akan ikut perlombaan pertukangan tingkat nasional. (NA/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *