SUMBAWA BESAR, SR (15/11/2016)
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan berlangsung sukses. Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Parahiyangan Sumbawa Besar, Selasa (15/11) itu dipimpin Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rahmat Hidayat, SH. Hadir pada kegiatan yang digelar sehari ini di antaranya para ketua DPC serta anggota Fraksi PDIP DPRD kabupaten/kota se-NTB. Dalam rakerda perdana di luar Pulau Lombok ini, melahirkan beberapa rekomendasi. Salah satunya PDIP mengusung kadernya pada Pilgub NTB 2018 mendatang baik sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.
Rahmat Hidayat dalam pidatonya mengaku bahwa PDI Perjuangan memiliki banyak kader mumpuni untuk diusung dan menjadi pemenang. Meski sudah memastikan mengusung kader sendiri, tapi sejauh ini PDIP belum mengungkap siapa kader dimaksud. Selain soal Pilkada, Rahmat juga menyepakati Rakerda dilaksanakan di setiap kabupaten/kota dalam tiga bulan sekali. Selain itu, para pengurus DPC di setiap kabupaten kota juga diwajibkan menggelar Rakercab ataupun pertemuan sejenis lainnya secara kontinyu. Keputusan tersebut ditetapkan sebagai salah satu langkah nyata PDI Perjuangan menyongsong dan memenangkan pertarungan di Pilkada NTB mendatang.

Rekomendasi lainnya yang tidak kalah penting dari pelaksanaan Rakerda siang tadi adalah seluruh kader PDI Perjuangan khususnya di wilayah DPD siap pasang badan dan mendukung Presiden dan Wakil Presiden Indonesia demi konstitusional. Terlebih selain symbol negara, Joko Widodo adalah salah satu kader terbaik PDI Perjuangan. “Seluruh kader PDI Perjuangan di wilayah DPD dan seluruh jajaran di bawahnya wajib siap melaksanakan perintah ketua umum partai. Meskipun perintah tersebut sifatnya mendatang dan tanpa waktu yang ditentukan. Ini adalah keputusan yang wajib diikuti dan ditaati oleh semua kader,” tegas Rahmat.
Sejumlah rekomendasi dan keputusan yang langsung ditetapkan Rahmat Hidayat di atas podium saat berpidato kemarin juga merupakan usulan dan harapan dari sekretaris DPD, H.M. Husni Djibril. Dalam pidatonya kemarin, politisi yang kini menjabat Bupati Sumbawa itu bahkan mengancam tidak akan menandatangani SK usulan calon gubernur dari PDI Perjuangan nantinya apabila tidak mengusung kader sendiri untuk maju dan bertarung merebut kursi nomor satu ataupun nomor dua di NTB nanti.

Husni Djibril mengaku sangat yakin, PDI Perjuangan akan menjadi pemenang pada Pilgub 2018 mendatang. Selain memiliki kader militan, Husni menilai PDI Perjuangan di NTB saat ini adalah salah satu partai yang sangat diperhitungkan. Lebih khusus di Kabupaten Sumbawa karena keberhasilannya baik dalam menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD maupun sebagai Bupati Sumbawa.
Bahkan Husni mengakui dalam bebeberapa bulan terakhir sudah ada beberapa bakal calon gubernur yang menghubunginya dan meminta dukungan PDI Perjuangan. Termasuk meminta salah satu kader terbaik PDI Perjuangan menjadi calon wakil. Tidak hanya itu lanjut Husni, sejumlah ketua partai di NTB juga telah mengajukan tawaran untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk merebut kemenangan pada Pilgub nanti. Karenanya wajib bagi PDIP untuk mengusung kader sendiri. Untuk menyukseskan jalan menuju kemenangan itu, Husni meminta untuk bersama-sama melakukan gerakan. (JEN/SR)







