SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26 September 2026) —Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai menyiapkan langkah strategis menghadapi perkembangan kegiatan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang menuju tahap konstruksi dan eksploitasi Blok Elang dan Blok Lempui.
Salah satu perhatian utama pemerintah daerah adalah kesiapan tenaga kerja lokal. Kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan meningkat secara bertahap hingga tahun 2030 dan mencapai 20 ribuan tenaga kerja.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan hal tersebut saat membacakan jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sumbawa, Jumat (25/9/2026).
Dalam jawaban pemerintah daerah disebutkan, dari proyeksi kebutuhan tenaga kerja tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 70 persen dapat diserap dari tenaga kerja lokal.
Untuk mendukung target itu, Pemkab Sumbawa akan meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan, baik milik pemerintah maupun swasta yang telah terakreditasi.
Langkah ini dinilai penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan investasi dan aktivitas pertambangan di Kabupaten Sumbawa, tetapi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain aspek ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga mencermati potensi penerimaan daerah yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan.
Sejumlah sumber penerimaan yang menjadi perhatian antara lain dana bagi hasil, landrent, royalty, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pertambangan, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, serta potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak dan barang/jasa tertentu.
Pemkab Sumbawa berharap perkembangan kegiatan pertambangan PT AMNT dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesempatan kerja sekaligus memperkuat penerimaan daerah dan mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat Sumbawa. (SR)






