MATARAM, SR (23/11/2016)
Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVIII Tahun 2016 berlangsung meriah. Acara yang dihadiri sekitar 3.000 orang ini merupakan gelaran TTG Nasional pertama kali diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, dimana perhelatan TTG sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Ahmad Erani Yustika melaporkan penetapan tuan rumah TTG Nasional di Provinsi NTB berdasarkan kesepakatan bersama pada rapat koordinasi tanggal 18 Oktober 2015 di Kota Banda Aceh yang dihadiri kepala Badan Pembangunan Masyarakat Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. “Gelar TTG merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memasyarakatkan inovasi hasil teknologi tepat guna yang tersebar di seluruh daerah di Idonesia. Selain itu, TTG dapat dijadikan sebagai ajang promosi dan pertukaran informasi terkait pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di desa,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan sebagai suatu bangsa perlu banyak perjumpaan atau silaturahmi untuk mengenal satu sama lain. Apalagi dengan gelaran teknologi ini akan hadir penemuan-penemuan dari anak-anak negeri. “Dengan banyaknya teknologi tepat guna yang dilahirkan oleh anak-anak muda kita, insya allah hal itu menunjukkan bangsa kita memiliki banyak potensi kebaikan,” kata gubernur saat memberikan sambutan selamat pada gelar TTG Nasional di Islamic Center, Rabu (23/11/2016).
Gubernur juga menyampaikan sebagai bangsa yang memiliki keragaman suku, adat, budaya dan agama penting untuk saling mendoakan, saling mendukung, dan saling mengokohkan satu sama lain. Ia menegaskan agama tidak hanya dimaknakan sebagai pengalaman personal, tetapi menjadi modal untuk membangun daerah yang kita cintai. “Walaupun NTB dilihat sebagai daerah yang mayoritas muslim (sekitar 93% warga NTB memeluk agama islam), tetapi Alhamdulillah kehidupan keagamaannya terjalin dengan harmonis. Semua pemeluk agama bisa beribadah dengan tenang, saling menghormati dan berempati satu sama lain,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur kembali menekankan untuk memperbanyak perjumpaan dalam konteks yang baik. “Jika kita ingin maju, mari membuka ruang sebanyak-banyaknya bagi para cendekiawan, inventor dan penemu-penemu untuk membangun Indonesia lebih baik. Mudah-mudahan semua penemuan-penemuan atau karya teknologi tepat guna bisa digunakan untuk membangun desa berbasis teknologi,” pungkasnya. (NA/SR)







