MATARAM, SR (15/11/2016)
Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Najmul Akhyar mengaku kecewa dengan sikap Ahok yang diduga melakukan penistaan Agama Islam. Menurutnya, hal ini seakan merusak nilai-nilai toleransi yang sudah dibangun setiap pemerintah daerah, termasuk KLU. Ia menilai, toleransi antar umat beragama di KLU sangat tertata dengan apik. Setiap Jumat, ia selalu berkeliling ke Masjid, Pura, Gereja, dan tempat ibadah lain yang ada di KLU untuk menumbuhkan perilaku antar umat beragama. “Sekarang ada orang yang enggak menjaga sikap toleran itu,” ungkapnya, seraya mengajak seluruh tokoh agama untuk mendinginkan suasana dan tidak terprovokasi atas sejumlah isu yang beredar.
Sementara Tuan Guru Subki Sasaki mengatakan, umat beragama di Indonesia sejatinya hidup bertetangga. Karenanya, diperlukan rasa yang sama yang dialami antar umat beragama manakala ada satu agama yang dinistakan. Ia berharap, umat non muslim juga ikut bersuara dan menasehati Ahok agar tidak melakukan penistaan terhadap agama lain. Hal serupa juga harus dilakukan umat Islam apabila ada penistaan serupa yang ditujukan kepada agama lain. “Apa yang jadi masalah Islam menjadi masalah non muslim, apa yang menjadi masalah non muslim menjadi masalah Islam,” katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris PWNU NTB Lalu Winengan. Ia menuding Ahok sebagai sumber utama memanasnya situasi saat ini. “Sesungguhnya yang merusak Bhineka Tunggal Ika adalah Ahok,” tegasnya.
Ia mengaku prihatin, dengan Presiden Jokowi yang disibukkan dengan aksi penistaan agama yang dilakukan Ahok. Ia juga mengaku siap ikut apabila ada aksi Bela Islam Jilid III, meski jabatan PNS menjadi taruhannya. Kendati begitu, ia meminta masalah ini jangan dilebarkan kemana-mana dan cukup hanya fokus pada kasus Ahok. Oleh sebab itu, ia menilai umat non muslim di NTB tidak perlu khawatir, karena yang dituntut ialah Ahok terlepas dari apapun latar belakangnya. (NA/SR)






