MATARAM, SR (21/11/2016)
Pulau Lombok kini memiliki sarana transportasi modern yang tak kalah dengan kota-kota lain. 25 Bus Rapid Transit (BRT) siap melintasi sejumlah ruas di Kota Mataram, Lombok, NTB.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) NTB, Lalu Bayu Windia menjelaskan, Bus Rapid Transit (BRT) yang baru diluncurkan hari ini di Kota Mataram merupakan program pemerintah pusat dalam memenuhi pelayanan angkutan kota yang berkeselamatan aman dan nyaman di daerah. “Program ini dilaksanakan mulai tahun ini sampai 2018, tersedia rencana 1.050 BRT sampai 2018. 25 BRT diberikan untuk Kota Mataram,” ujarnya di depan Pendopo Gubernuran, Jalan Pejanggik, Mataram, Senin (21/11).
Ia memaparkan, program BRT merupakan amanat yang diberikan pemerintah pusat untuk melayani warga kota akan Sistem Transportasi Angkutan Massal (SAUM). Perum Damri akan menjadi operator dalam BRT di Mataram. Bayu menegaskan pentingnya keberadaan SAUM seperti BRT ini melihat angka kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia di Mataram hingga bulan ini mencapai 445 jiwa. “Sebagian besar 76 persen usia produktif, dari sisi jenis kendaraan yang paling banyak sepeda motor,” ungkapnya.
Karenanya, ia mengimbau masyarakat Kota Mataram untuk memanfaatkan keberadaan BRT yang kualitasnya sama dengan Bus Trans Jakarta di ibukota. “Kalau mau merasakan TransJakarta, enggak perlu ke Jakarta, ini sama standarnya, aman, nyaman, dan ber-AC,” lanjutnya.
Bus yang menampung hingga 70 orang ini juga memberi perhatian khusus kepada penyandang disabilitas, dan ibu hamil, yang terdapat pada 36 halte di sejumlah ruas di Kota Mataram. “Mudah-mudahan program ini berjalan dengan baik dan lancar,” katanya menambahkan. (NA/SR)






