SUMBAWA BESAR, SR (15/05/2016)
Memprihatinkan. Itulah kondisi listrik di Kabupaten Sumbawa. Pemadaman terjadi setiap hari, bahkan di wilayah kecamatan bisa sampai 4-5 kali dalam sehari. Tentu ini sangat merugikan masyarakat. Selain itu PLN dituding tidak adil dan pelayanannya tidak becus. Masyarakat didesak untuk patuh terhadap kewajibannya. Jika tidak, sanksi denda siap menanti dan pemutusan jaringan listrik mengancam. Tapi PLN justru tidak memberikan pelayanan maksimal terutama dalam memenuhi kepentingan masyarakat.
Manager PLN Area Sumbawa, Roxy Swagrino yang dikonfirmasi kemarin, mengatakan bahwa pemadaman listrik tidak bisa dihindari. Sebab ada beberapa mesin pembangkit di PLTD Labuan yang sedang dalam pemeliharaan. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi masuknya Bulan Ramadhan agar pelaksanaan ibadah umat muslim nantinya tidak terganggu. Selain pemeliharaan, ada juga mesin pembangkit yang mengalami gangguan. Untuk memperbaikinya harus mengganti spare-partnya. Sementara sparepartnya harus dipesan khusus dari Inggris. “Kami sudah memesannya sejak dua minggu yang lalu dan kini posisi kiriman spare part itu sudah berada di Jakarta dan kemungkinan dalam dua hari ini akan tiba di Sumbawa,” ujarnya.
Untuk diketahui beban puncak pemakaian daya listrik di Kabupaten Sumbawa mencapai 33—34 MW. Sedangkan kemampuan mesin yang ada sekitar 35 MW. Artinya jika mesin normal masih ada kelebihan 1,5—2 MW. Guna mengatasi hal ini, ungkap Roxy, pihaknya akan terus memperbanyak cadangan pembangkit dan setiap tahunnya pasti ada penambahan mesin. Untuk Tahun 2016 ini sudah diusulkan dan diperkirakan ada penambahan sekitar 7 MW yang direncanakan akan terealisasi November 2016 mendatang. (JEN/SR)







Pelayanan dr instansi PLN sdh sangat2 “buruk” terutama d wilayah kami Alas Sumbawa…pemadaman listrik hampir “wajib” tiap hari,,,,pihak pln beralasan mesin pembangkit tdk bisa menampung beban smntra di lapangan oknum2 pln sendiri melakukan ” tambah daya/pemasangan instalasi baru ” setiap hari….menggelikan…