Transformasi Ekonomi: Tumbuh, Namun Siapa yang Merasakan?

oleh -46 Dilihat

๐‘ช๐’‚๐’•๐’‚๐’•๐’‚๐’ 2 ๐‘ป๐’‚๐’‰๐’–๐’ ๐‘ท๐’†๐’Ž๐’†๐’“๐’Š๐’๐’•๐’‚๐’‰๐’‚๐’ ๐‘ท๐’“๐’‚๐’ƒ๐’๐’˜๐’โ€“๐‘ฎ๐’Š๐’ƒ๐’“๐’‚๐’ (2/7)

OสŸแด‡สœ: Mแดœษชs Dแด‡ส™แด‡
(๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข)

Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk melihat ke mana arah sebuah pemerintahan berjalan. Dalam bidang ekonomi, angka-angka memang menunjukkan hal yang menggembirakan. Namun pertanyaan yang lebih penting adalah: pertumbuhan itu tumbuh di mana, dan siapa yang sebenarnya merasakannya?

๐‘จ๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐‘ป๐’–๐’Ž๐’ƒ๐’–๐’‰, ๐‘น๐’†๐’‚๐’๐’Š๐’•๐’‚ ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐‘ฉ๐’†๐’“๐’‹๐’‚๐’๐’‚๐’

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga pada kisaran 5,05 persen pada 2024, dan tetap di kisaran 4,9โ€“5,1 persen pada tahun-tahun berikutnya โ€” angka yang secara global tergolong baik.ยน Inflasi terkendali pada kisaran 2,5โ€“3,5 persen, dan investasi masuk, terutama di sektor hilirisasi, terus meningkat.ยฒ

Namun di balik angka-angka yang terlihat sehat itu, terdapat kesenjangan yang patut diperhatikan. Data BPS menunjukkan penurunan angka kemiskinan berjalan sangat lambat โ€” dari 9,57 persen pada September 2024, bergerak turun hanya sedikit ke kisaran 9,3โ€“9,5 persen pada pertengahan 2026.ยณ Di saat yang sama, keluhan masyarakat mengenai harga kebutuhan pokok yang terus naik sementara pendapatan belum bergerak berarti masih terdengar luas di berbagai daerah. Pertumbuhan yang terpusat di kawasan industri besar dan kota-kota utama belum sepenuhnya menjangkau usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi penopang hidup mayoritas rakyat.

๐‘ป๐’–๐’Ž๐’ƒ๐’–๐’‰, ๐’•๐’†๐’•๐’‚๐’‘๐’Š ๐‘ฒ๐’† ๐‘ด๐’‚๐’๐’‚ ๐‘จ๐’“๐’‚๐’‰๐’๐’š๐’‚?

Stabilitas makroekonomi yang terjaga adalah fondasi penting yang patut diapresiasi. Tanpa kestabilan itu, pembangunan tidak akan berjalan. Namun fondasi yang kuat baru bermakna jika bangunan di atasnya juga dirasakan oleh seluruh penghuninya. Pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir โ€” ia hanyalah sarana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jika angka naik tetapi daya beli rakyat tidak membaik secara nyata, berarti ada yang tersendat dalam jalur tersebut.

Tantangan terbesar ke depan bukan lagi sekadar menjaga angka pertumbuhan tetap tinggi, melainkan memastikan pertumbuhan itu menyebar lebih merata. Kebijakan ekonomi perlu lebih berpihak kepada mereka yang selama ini berada di lapisan terbawah: memperkuat perlindungan sosial yang tepat sasaran, menurunkan biaya logistik yang memberatkan pedagang kecil, dan membuka ruang yang lebih seimbang bagi usaha rakyat. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi bukanlah seberapa tinggi angkanya di atas kertas โ€” melainkan seberapa banyak rakyat yang benar-benar merasakannya di meja makan mereka sendiri.*

Bersambung ke Bagian (2): “Pangan dan Energi: Antara Ketersediaan dan Keterjangkauan”

_____

Catatan Kaki:

ยน Biro Pusat Statistik, Laporan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2024 dan Triwulan Iโ€“II 2026, diakses melalui bps.go.id

ยฒ Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Laporan Kinerja Semester I 2026, dan Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter, berbagai edisi 2024โ€“2026

ยณ Biro Pusat Statistik, Data Kemiskinan Indonesia: Maret 2025 dan September 2025, diakses melalui bps.go.id

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *