Sate Rembiga Goyang Lidah Pikat Buyer Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026

oleh -151 Dilihat

JAKARTA, Samawarea.com (17 Oktober 2026)– Kuliner khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), semakin menunjukkan potensinya menembus pasar internasional. PT Sate Rembiga Goyang Lidah berhasil menarik perhatian calon pembeli mancanegara pada hari ketiga penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Jumat (16/10).

Produk unggulan seperti Sate Rembiga dan Ayam Taliwang kemasan menjadi daya tarik pengunjung. Minat datang dari sejumlah calon pembeli potensial, termasuk pasar Jepang. Sementara itu, pihak Papua Nugini menunjukkan ketertarikan terhadap produk Ayam Taliwang dan membuka peluang penjajakan kerja sama untuk pengembangan ekspor secara berkelanjutan.

Antusiasme pengunjung di booth PT Sate Rembiga Goyang Lidah menjadi momentum penting bagi promosi kuliner khas Lombok di panggung perdagangan internasional. Produk yang selama ini dikenal sebagai makanan khas daerah kini diperkenalkan dalam bentuk kemasan modern yang dirancang agar lebih praktis menjangkau konsumen di berbagai negara.

Salah satu keunggulan yang menarik perhatian pengunjung adalah teknologi pengemasan steril yang memungkinkan produk bertahan hingga 10 bulan pada suhu ruang tanpa menggunakan bahan pengawet, berdasarkan informasi perusahaan.

Inovasi tersebut menjadi nilai tambah dalam memperluas jangkauan pemasaran, terutama untuk memenuhi kebutuhan distribusi produk pangan ke luar daerah maupun ke pasar ekspor.

Pihak perusahaan mengungkapkan, keikutsertaan dalam TEI 2026 bukan sekadar kesempatan memasarkan produk, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan warisan cita rasa Lombok kepada konsumen internasional.

Antusiasme calon pembeli dari berbagai negara menumbuhkan optimisme perusahaan untuk memperluas pasar sekaligus menjajaki peluang kerja sama perdagangan lintas negara.

Keikutsertaan PT Sate Rembiga Goyang Lidah dalam ajang perdagangan internasional ini merupakan bagian dari program Desa Berdaya – Desa Ekspor yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB.

Perusahaan tersebut menjadi salah satu dari 30 UMKM yang terpilih mengikuti program tersebut sebagai upaya mendorong produk lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Program ini mendapat dukungan Gubernur NTB Dr. H. L. Muhammad Iqbal bersama Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal. Pelaksanaan partisipasi dalam TEI 2026 juga didukung fasilitasi Disperindag NTB dan pendampingan dari Hindra Soe Consulting selaku konsultan program.

Dukungan juga diberikan Kepala Disperindag Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., bersama Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Dr. Hj. Aryanti Dwiyani, M.Pd., beserta jajaran tim Disperindag NTB.

Keterlibatan UMKM dalam pameran perdagangan internasional diharapkan dapat memperluas akses pasar, mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dagang, serta membuka peluang transaksi ekspor bagi produk unggulan daerah.

Produk kuliner Lombok yang dipamerkan juga mendapat perhatian dari jajaran Kementerian Perdagangan RI serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari momentum promosi produk lokal yang mengusung inovasi pengolahan dan pengemasan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Berdasarkan profil perusahaan, produk Sate Rembiga, Ayam Taliwang, dan Ayam Pelecingan menggunakan bahan alami pilihan tanpa bahan pengawet. Perusahaan juga menyebut produknya telah memiliki sertifikasi HACCP, izin edar BPOM, serta sertifikasi halal MUI.

Kelengkapan tersebut menjadi aspek penting dalam memperkuat kepercayaan konsumen dan membuka peluang pemasaran ke pasar yang memiliki persyaratan keamanan pangan serta standar mutu tertentu.

Selama pameran berlangsung, Sate Rembiga dan Ayam Taliwang kemasan disebut menjadi produk yang paling diminati dan mendominasi transaksi penjualan perusahaan.

Ketertarikan pengunjung domestik maupun mancanegara terhadap kedua produk tersebut memperlihatkan peluang kuliner khas Lombok untuk dikembangkan sebagai produk bernilai tambah, tidak hanya mengandalkan penjualan makanan siap santap, tetapi juga produk kemasan yang lebih mudah didistribusikan.

Penjajakan dengan calon pembeli dari Jepang dan Papua Nugini menjadi salah satu perkembangan penting dalam keikutsertaan perusahaan di TEI 2026. Meski demikian, peluang tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis, pemenuhan persyaratan ekspor, serta kesepakatan bisnis dengan calon mitra.

Bagi PT Sate Rembiga Goyang Lidah, partisipasi dalam TEI 2026 menjadi langkah untuk membawa cita rasa autentik Lombok menjangkau pasar yang lebih luas.

Dari Lombok, kuliner khas NTB kini mendapat kesempatan untuk memperkenalkan identitas rasa daerah ke panggung perdagangan dunia sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi UMKM lokal. (SR) 

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *