SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26 Oktober 2026) – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumbawa, Sukiman Kamaluddin, S.Pd.I., menegaskan komitmen partainya untuk memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Tidak hanya mempertahankan empat kursi DPRD Kabupaten Sumbawa yang diraih saat ini, PKB Sumbawa juga memasang target lebih besar dengan berikhtiar meraih kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil).
“Di tingkat provinsi, partai kami juga bertekad mempertahankan keterwakilannya di DPRD NTB, sekaligus memperjuangkan keberlanjutan perwakilan di DPR RI,” cetus Sukiman dalam kegiatan orientasi politik dan pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Sumbawa yang dihadiri Ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., beserta jajaran pengurus DPW.
Sukiman menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran DPW PKB NTB di Kabupaten Sumbawa. Ia mengakui pelaksanaan kegiatan mengalami beberapa perubahan jadwal, tetapi seluruh jajaran DPC tetap siap melaksanakan agenda partai sesuai arahan dan kebijakan organisasi.
Menurutnya, keterbukaan dan kepatuhan terhadap mekanisme organisasi merupakan bagian penting dalam membangun PKB yang lebih baik.
“Kami berharap kehadiran Ketua DPW bersama jajaran memberikan dukungan besar kepada kami, bukan hanya secara pribadi, tetapi lebih-lebih bagi penguatan kelembagaan PKB di Kabupaten Sumbawa,” ujar Anggota DPRD Sumbawa ini.
Terkait dengan kegiatan Orientasi Politik, Sukiman berharap idak sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai, arah perjuangan, serta tanggung jawab partai kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa keberadaan kader di lembaga legislatif harus memberikan manfaat nyata. Aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan politik maupun pelaksanaan tugas sebagai wakil rakyat perlu dikawal dan diperjuangkan agar dapat direalisasikan.
Pokok-pokok pikiran anggota legislatif tegasnya, tidak cukup hanya disampaikan dalam forum resmi. Aspirasi tersebut harus terorganisasi dengan baik di lapangan sehingga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menilai, sinergi antara struktur partai, anggota legislatif, dan masyarakat menjadi faktor penting agar perjuangan politik tidak berhenti pada janji, tetapi menghasilkan program yang dirasakan langsung manfaatnya.
Memasuki tahapan persiapan Pemilu 2029, Sukiman mengingatkan seluruh pengurus dan kader agar tidak hanya berbangga mengenakan atribut partai. Ada tanggung jawab politik besar yang harus dijawab melalui kerja nyata, kekompakan, dan strategi yang terencana.
PKB katanya, akan menghadapi persaingan dengan partai politik lain sehingga seluruh kekuatan organisasi harus dipersiapkan sejak dini.
Soliditas, rasa kebersamaan, serta tanggung jawab kolektif menjadi modal utama untuk mencapai target politik yang telah ditetapkan.
“Kita bukan hanya secara seremonial memakai baju kebanggaan PKB. Ada tantangan besar dan kerja-kerja politik yang harus kita siapkan untuk menyambut Pemilu 2029. Kita membutuhkan soliditas, kekompakan, dan rasa tanggung jawab bersama,” tandasnya.
Ia menyebut, mempertahankan empat kursi DPRD Kabupaten Sumbawa merupakan capaian yang patut disyukuri. Namun, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kekuatan politik pada pemilu mendatang.
Dengan basis yang telah terbentuk di empat dapil, PKB Sumbawa akan terus berikhtiar memperluas dukungan agar mampu meraih kursi di seluruh dapil.
Di sisi lain, Sukiman juga menyoroti tantangan pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Menurutnya, pengurangan dana transfer ke daerah berdampak terhadap ruang fiskal pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena itu, dibutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik antara kader partai, pemerintah daerah, serta pemerintah pusat.
Ia menegaskan, berbagai keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dijawab dengan komitmen, konsolidasi, dan upaya mencari solusi agar kebutuhan masyarakat tetap mendapat perhatian.
“Bagi kami, keberhasilan partai bukan semata-mata diukur dari jumlah kursi yang diraih, tetapi juga dari kemampuan kader memperjuangkan aspirasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (SR)






