SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Oktober 2026) – Dr. H. W. Musyafirin, MM, memilih tidak menanggapi keputusan DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memberhentikan dirinya dari keanggotaan partai. Mantan Bupati Sumbawa Barat (KSB) dua periode ini mengaku masih fokus menjalankan kegiatan sosial melalui HWM Centre.
Saat dikonfirmasi SAMAWAREA di sela-sela pengukuhan pengurus HWM Centre Cabang Sumbawa, Minggu (18/10/2026), Musyafirin hanya memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai pemberhentian dirinya dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
“No comment, saya masih fokus melakukan kegiatan sosial melalui HWM Centre,” ujarnya.
Prioritas saat ini lanjutnya, adalah bagaimana kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.
“Fokus kita di HWM Centre ini adalah berhimpun agar orang-orang yang memiliki gagasan bisa bersama-sama melakukan sesuatu agar lebih bermanfaat bagi manusia. Saya rasa ini yang lebih penting,” ujarnya.
Musyafirin juga memilih tidak memberikan tanggapan saat ditanya mengenai informasi adanya sejumlah partai politik yang dikabarkan menginginkan dirinya bergabung.
Informasi tersebut mencuat di tengah keputusan PDI Perjuangan NTB memberhentikan Musyafirin dari keanggotaan partai. Hingga kini, belum ada pernyataan langsung darinya mengenai kemungkinan bergabung dengan partai politik lain.
Sebelumnya, keputusan pemberhentian Musyafirin diambil secara bulat dalam Rapat DPD PDI Perjuangan NTB yang diperluas di Kantor DPD PDI Perjuangan NTB, Sabtu (17/10/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, serta dihadiri jajaran pengurus DPD dan seluruh ketua serta sekretaris DPC PDI Perjuangan se-NTB.
Pemberhentian itu disebut berkaitan dengan polemik jabatan Musyafirin sebagai Komisaris Bank NTB Syariah.
Nama Musyafirin sendiri memiliki pengaruh politik di Kabupaten Sumbawa Barat. Selama dua periode memimpin daerah tersebut, sosok yang akrab disapa Haji Firin itu menjadi salah satu tokoh penting dalam dinamika politik lokal.
Keberhasilan PDI Perjuangan memimpin eksekutif dan legislatif di KSB juga menjadi bagian dari latar belakang yang membuat kabar mengenai kemungkinan perpindahan politik Musyafirin menarik perhatian.
Meski demikian, hingga Minggu (18/10/2026), Musyafirin belum memberikan sinyal terbuka mengenai langkah politik berikutnya. Ia memilih tetap menjalankan aktivitas sosial melalui HWM Centre di tengah polemik pemberhentian dirinya dari PDI Perjuangan. (SR)






