Dampingi Bupati ke BRIN, DPRD Kawal Pengembangan Garam Sumbawa Jadi Lumbung Nasional

oleh -57 Dilihat
JAKARTA, samawarea.com (1 Oktober 2026) — Upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu lumbung garam nasional, mendapat dukungan penuh dari DPRD, khususnya dalam mendorong pengembangan kawasan pergaraman agar masuk dalam usulan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua I dan III DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H., yang hadir langsung mendampingi Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam pembahasan Hasil Kajian Awal Pengembangan Kawasan Pergaraman Sumbawa bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Selasa (30/9) kemarin.

Menurut Berlian Rayes, pertemuan bersama BRIN menjadi momentum penting untuk memperkuat basis kajian sekaligus argumentasi daerah dalam memperjuangkan pengembangan kawasan pergaraman Sumbawa.

“Pertemuan ini menjadi momentum positif untuk memperkuat basis argumentasi dan kesiapan daerah dalam mengusulkan kawasan pergaraman Sumbawa agar masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang secara serius membangun sinergi dengan BRIN dalam menyusun kajian awal pengembangan kawasan pergaraman. Menurutnya, kajian yang komprehensif menjadi bagian penting untuk memastikan rencana besar tersebut memiliki dasar yang kuat.

“Saya selaku pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa yang hadir langsung mendampingi Pak Bupati memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama BRIN dalam menyusun Kajian Awal Pengembangan Kawasan Pergaraman Sumbawa,” kata Haji Berlian.

Ketua Partai Golkar itu menilai, masuknya kawasan pergaraman Sumbawa dalam usulan PSN akan menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan ekonomi daerah.

“Masuknya kawasan ini ke dalam usulan Proyek Strategis Nasional adalah momentum emas bagi percepatan pembangunan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH., menyampaikan dukungan terhadap langkah Pemkab Sumbawa dalam mendorong pengembangan kawasan pergaraman secara lebih terencana dan terintegrasi.

Menurut Zulfikar, potensi garam Sumbawa memiliki peluang besar untuk dikembangkan tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui hilirisasi. Dengan demikian, komoditas garam dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat.

“Ini merupakan langkah yang sangat strategis. Potensi pergaraman Sumbawa harus kita dorong agar tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga mampu berkembang menjadi kawasan produksi dan pengolahan yang memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Zulfikar menilai, pengembangan kawasan pergaraman juga harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama para petani garam. Peningkatan produktivitas, kepastian pasar, penguatan kelembagaan petani hingga pengembangan industri pengolahan perlu menjadi bagian dari perencanaan kawasan.

“Yang paling penting adalah bagaimana pengembangan kawasan ini nantinya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Petani garam harus menjadi bagian penting dari ekosistem pengembangan kawasan, sehingga peningkatan produksi juga diikuti peningkatan kesejahteraan,” kata Zulfikar yang juga Sekretaris Partai Nasdem Sumbawa.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam memperjuangkan kawasan pergaraman Sumbawa masuk dalam agenda pembangunan strategis nasional. Menurutnya, sinergi antara Pemkab Sumbawa, DPRD, BRIN, pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya harus terus diperkuat.

“Kita membutuhkan sinergi semua pihak. Kajian dari BRIN ini harus menjadi pijakan untuk menyusun langkah berikutnya secara lebih matang, termasuk dalam memperkuat usulan kawasan pergaraman Sumbawa agar mendapat dukungan pemerintah pusat,” jelasnya.

Zulfikar berharap, pengembangan kawasan pergaraman tidak berhenti pada aspek produksi, tetapi diarahkan menjadi bagian dari penguatan struktur ekonomi daerah. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, kawasan tersebut diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat kontribusi Sumbawa terhadap kebutuhan garam nasional. (SR)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *