JAKARTA, samawarea.com (1 Oktober 2026) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mematangkan langkah pengembangan kawasan pergaraman sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi potensi daerah sekaligus memperkuat kontribusi Sumbawa terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Pertemuan tersebut membahas hasil kajian awal pengembangan kawasan pergaraman Kabupaten Sumbawa.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., hadir langsung dalam agenda tersebut. Ia didampingi Sekretaris Daerah, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Wakil Ketua I DPRD HM. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Wakil Ketua III DPRD Zulfikar Demitry, SH., MH., serta Kepala Bapperida Sumbawa Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si.
Pembahasan dengan BRIN ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Pemkab Sumbawa setelah mengikuti audiensi bersama Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mengembangkan potensi pergaraman Sumbawa secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Bupati Sumbawa menegaskan, pengembangan kawasan pergaraman tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan produksi garam sebagai bahan baku. Lebih dari itu, pemerintah daerah mendorong agar potensi tersebut masuk ke tahap hilirisasi sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani garam.
“Pengembangan kawasan pergaraman merupakan bagian penting dari upaya mendorong hilirisasi potensi daerah, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani garam, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa dalam mendukung kebutuhan garam nasional,” ujar Bupati.
Menurutnya, Sumbawa memiliki potensi pergaraman yang dapat dikembangkan untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung ketersediaan garam nasional. Karena itu, kajian dan perencanaan yang matang diperlukan agar pengembangan kawasan memiliki arah yang jelas serta mampu menjawab kebutuhan industri dan pasar.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Sumbawa bersama BRIN membahas hasil kajian awal pengembangan kawasan pergaraman. Hasil kajian ini menjadi salah satu pijakan dalam mematangkan konsep dan usulan pengembangan kawasan, termasuk kaitannya dengan penguatan usulan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Bupati menilai, pengembangan kawasan pergaraman membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor. Pemkab Sumbawa akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, BRIN, DPRD, serta pemangku kepentingan lainnya agar setiap tahapan pengembangan memiliki dasar kajian yang kuat dan dapat dilaksanakan secara terencana.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BRIN, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi besar ini dapat dikembangkan secara terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Hilirisasi menjadi salah satu fokus dalam rencana pengembangan kawasan tersebut. Pemkab Sumbawa mendorong agar komoditas garam tidak berhenti pada produksi bahan baku, tetapi dilanjutkan melalui pengolahan dan pengembangan kegiatan ekonomi lainnya sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.
Di sisi lain, keberadaan petani garam tetap menjadi perhatian. Pengembangan kawasan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, sekaligus membuka ruang bagi peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan potensi garam secara lebih optimal.
Pengembangan kawasan pergaraman juga diarahkan agar selaras dengan kebutuhan nasional. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran hingga penguatan kelembagaan, Sumbawa diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional.
Ke depan, Pemkab Sumbawa akan menindaklanjuti hasil pembahasan bersama BRIN melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait. Tindak lanjut tersebut mencakup pematangan hasil kajian, penyusunan langkah pengembangan kawasan, serta penguatan usulan pembangunan kawasan pergaraman dalam agenda pembangunan strategis nasional.
Pembahasan di Gedung BJ Habibie, Jakarta, menjadi salah satu tahapan Pemkab Sumbawa dalam mengembangkan potensi garam secara lebih terintegrasi. Orientasinya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong hilirisasi, memperkuat posisi Sumbawa dalam rantai pasok garam nasional, dan memperbesar manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah. (SR)






