Hutan Batu Lanteh Jadi Perhatian, Bupati: Jangan Tebang Kayu, Itu Sumber Air Kota

oleh -114 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 Oktober 2026) — Pesan penting disampaikan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot saat menutup Turnamen Sepak Bola Mini Bupati Cup 2026 di Lapangan Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh, Selasa (6/10/2026).

Di hadapan masyarakat, pemuda, perangkat desa dan jajaran pemerintah Kecamatan Batu Lanteh, Bupati meminta warga tidak lagi menebang kayu di kawasan hutan Batu Lanteh.

Bukan tanpa alasan. Bupati menegaskan, hutan di kawasan tersebut memiliki fungsi vital sebagai sumber mata air yang dibutuhkan masyarakat, termasuk untuk Kota Sumbawa.

“Jangan lagi menebang kayu di hutan Batu Lanteh, karena ini merupakan sumber mata air bagi Kota Sumbawa,” tegas Bupati.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam sambutan Bupati saat mengakhiri turnamen yang diikuti 64 tim dari berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa itu.

Menurut Bupati, pembangunan kawasan Batu Lanteh ke depan harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Potensi alam yang dimiliki kawasan pegunungan tersebut justru harus dijaga agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sementara terkait turnamen, Bupati mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Turnamen yang sebelumnya hanya bertajuk Kades Cup pada tahun lalu kini berkembang menjadi Bupati Cup dengan peserta mencapai 64 tim.

Jumlah peminat bahkan disebut masih jauh lebih banyak, namun panitia harus membatasi peserta karena keterbatasan waktu pelaksanaan.

Bupati juga menyoroti besarnya hadiah yang diperebutkan. Juara pertama mendapatkan Rp 15 juta, yang dinilai cukup besar dibanding sejumlah turnamen lain yang umumnya menyediakan hadiah sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Khusus untuk tim Batu Lanteh, Bupati meminta adanya pembinaan lebih serius.

Tahun ini, tim Batu Lanteh harus terhenti di babak 16 besar. Tahun depan, Bupati menargetkan tim lokal tersebut mampu menembus delapan besar, kemudian melaju ke final hingga menjadi juara.

Kades dan Karang Taruna juga diminta aktif membina pemain muda berbakat agar nantinya dapat memperkuat Persisum Sumbawa.

Selama hampir satu bulan turnamen berlangsung, aktivitas masyarakat di sekitar lapangan ikut meningkat. Para pedagang mendapatkan manfaat ekonomi dari ramainya pertandingan dan kehadiran penonton.

Bupati pun berjanji melakukan pembenahan Lapangan Batu Dulang, termasuk penanaman rumput dan pemasangan jaring pengaman bola.

“Turnamen ini bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga bagaimana kegiatan masyarakat memberikan dampak ekonomi dan menjadi ruang pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Penutupan turnamen kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piala kepada para pemenang oleh Bupati Sumbawa didampingi panitia.

Singa Laut FC dari Dusun Limung, Kecamatan Moyo Utara, keluar sebagai juara pertama.

Juara kedua diraih Persibra FC dari Brang Pelat, Kecamatan Unter Iwes. Sedangkan juara ketiga bersama ditempati Nayla FC dan BTA City FC. (SR) 

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *