SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 Oktober 2026)— Batu Dulang tidak hanya dipandang sebagai kawasan pegunungan dengan hamparan hutan yang harus dilindungi. Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot memiliki mimpi lebih besar untuk kawasan di Kecamatan Batu Lanteh tersebut.
Batu Dulang diarahkan menjadi sentra buah-buahan dan sayuran dataran tinggi sekaligus kawasan agrowisata. Bahkan, Bupati memproyeksikan kawasan itu kelak bisa berkembang seperti Batu, Malang, Jawa Timur.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Sumbawa saat menutup Turnamen Sepak Bola Mini Bupati Cup 2026 di Lapangan Batu Dulang, Selasa (6/10/2026).
Menurut Bupati, potensi alam dan kondisi geografis Batu Dulang sangat mendukung pengembangan komoditas pertanian dataran tinggi. Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong pengembangan tanaman yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dapat menjadi daya tarik wisata.
Sejumlah bibit tanaman buah akan disiapkan pemerintah, di antaranya alpukat, durian dan manggis. Selain itu, berbagai jenis sayuran dataran tinggi juga akan dikembangkan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi pertanian. Lebih jauh, Batu Dulang ditargetkan menjadi kawasan yang mampu menggabungkan pertanian, wisata alam dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan konsep itu, wisatawan nantinya tidak hanya datang menikmati panorama pegunungan, tetapi juga dapat melihat langsung aktivitas pertanian dan menikmati produk hortikultura yang dihasilkan masyarakat setempat.
Namun, Bupati memberikan catatan penting. Pengembangan ekonomi dan agrowisata harus tetap berjalan beriringan dengan perlindungan hutan.
Bupati menegaskan, hutan di kawasan Batu Lanteh memiliki fungsi yang sangat vital. Sebab, kelestarian hutan berkaitan langsung dengan ketersediaan sumber mata air bagi masyarakat.
Karena itu, pengembangan kawasan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan fungsi ekologis hutan. Hutan tetap harus dijaga karena dari kawasan itulah sumber-sumber mata air berasal.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah rencana pemerintah mengembangkan Batu Dulang sebagai kawasan pertanian dan agrowisata. Pertumbuhan ekonomi, kata Bupati, harus tetap dibangun di atas prinsip keberlanjutan.
Untuk menunjang rencana besar tersebut, pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur di kawasan Batu Lanteh.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyelesaian akses jalan Tepal-Batu Dulang. Infrastruktur jalan dinilai menjadi kunci untuk membuka keterisolasian sekaligus memperlancar arus orang dan distribusi hasil pertanian.
Selain jalan, pemerintah juga mendorong perluasan jaringan listrik PLN ke sejumlah desa terpencil di wilayah Batu Lanteh dan Orong Telu.
Dengan infrastruktur yang semakin baik, potensi pertanian dan agrowisata diharapkan bisa berkembang lebih cepat. Batu Dulang pun tidak lagi sekadar dikenal sebagai kawasan pegunungan, tetapi dapat tumbuh menjadi salah satu pusat pertanian dataran tinggi sekaligus destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumbawa.
Jika rencana tersebut terealisasi, mimpi menjadikan Batu Dulang sebagai “Batu Malang”-nya Sumbawa bukan sekadar wacana, tetapi bisa menjadi wajah baru pembangunan ekonomi masyarakat di kawasan pegunungan. (SR)






