Wabup Ansori: Tangani Stunting Jangan Hanya Rapat, Langsung Eksekusi!

oleh -69 Dilihat

SUMBAWA BESAR, Samawarea.com (30 September 2026) — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, meminta penanganan stunting tidak berhenti pada rapat dan perencanaan. Ia menegaskan, pemerintah bersama seluruh pihak terkait harus turun langsung ke lapangan, bekerja berdasarkan data, dan melakukan intervensi terhadap wilayah yang membutuhkan.

Pesan itu disampaikan Wabup Ansori saat meninjau pemeriksaan dan tata laksana stunting di Puskesmas Moyo Utara, Rabu (30/9). Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan melibatkan tenaga kesehatan dan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak.

“Langsung eksekusi, langsung turun ke lapangan. Kita data, kita lihat kecamatan mana yang harus didahulukan, kemudian kita lakukan penanganan bersama-sama,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan dokter spesialis dalam pemeriksaan menjadi langkah penting agar anak-anak yang mengalami persoalan pertumbuhan dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para dokter dan tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi para dokter yang hari ini bisa hadir. Terutama dokter spesialis yang turun langsung untuk menangani stunting. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Wabup mengatakan, Moyo Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan stunting. Namun, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah atau tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah kecamatan dan desa, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga keluarga.

“Ini kita tangani bersama-sama, gotong royong, dikeroyok. Dengan begitu, stunting bisa kita turunkan secara signifikan dan pada akhirnya anak-anak generasi penerus Sumbawa dapat terbebas dari stunting,” katanya.

Selain penanganan medis, Wabup menilai edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat. Pencegahan stunting, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan makanan dan asupan gizi, tetapi juga pola hidup dan pengetahuan keluarga.

Karena itu, edukasi harus dimulai sejak sebelum pernikahan hingga masa kehamilan dan pengasuhan anak. Posyandu dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk menyampaikan informasi tersebut.

“Kita harus terus memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil maupun sebelum pernikahan. Mulai dari Posyandu, pola hidup juga harus selalu disampaikan,” jelasnya.

Wabup juga mendorong tokoh agama ikut mengambil peran. Menurutnya, pesan mengenai kesehatan dan pencegahan stunting dapat disampaikan melalui berbagai kegiatan keagamaan agar semakin dekat dengan masyarakat.

“Kita juga bisa bekerja sama dengan para ustaz untuk memberikan penerangan terkait stunting kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan Posyandu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup Ansori juga menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap program penanganan stunting, termasuk dari sisi anggaran. Ia meminta jajaran terkait tidak menjadikan persoalan pembiayaan sebagai alasan untuk menunda program.

“Untuk stunting jangan pikirkan anggaran. Programkan dan laksanakan. Pemerintah daerah akan terus menyiapkan anggaran untuk penanganan stunting,” tegasnya.

Kegiatan di Moyo Utara tersebut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, pemerintah kecamatan dan desa, jajaran Puskesmas Moyo Utara, dokter dan dokter spesialis, unsur KB, tokoh masyarakat, perguruan tinggi serta pihak terkait lainnya.

Wakil Bupati berharap kegiatan pemeriksaan dan tata laksana stunting tidak berhenti di Moyo Utara, tetapi berlanjut ke kecamatan lain yang membutuhkan intervensi.

Ia optimistis kolaborasi lintas sektor yang dilakukan secara konsisten dapat memperkuat upaya penanganan stunting sekaligus mendukung terwujudnya generasi Sumbawa yang sehat.

“Kalau kita keroyok bersama-sama, saya yakin stunting bisa kita turunkan secara signifikan. Harapannya, generasi penerus Sumbawa menjadi generasi yang sehat dan menjadi generasi emas menuju 2045,” pungkasnya. (**)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *