SUMBAWA BESAR, Samawarea.com (16 September 2026) — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya pesisir.
Hal itu disampaikan saat menghadiri The Regional Exchange di Aula Sumbawa Grand Hotel, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum pertukaran pengalaman konservasi antara para pemangku kepentingan dari Indonesia dan Timor-Leste.
Wabup mengapresiasi kepercayaan menjadikan Sumbawa sebagai tuan rumah. Ia juga menyoroti pengalaman Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, dalam pengelolaan konservasi dan wisata berbasis masyarakat.
Menurutnya, Sumbawa memiliki potensi konservasi besar, terutama Teluk Saleh yang menjadi habitat penting hiu paus dan bagian dari kawasan SAMOTA yang ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia UNESCO pada 2019.
“Konservasi dan kesejahteraan masyarakat bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya bisa berjalan beriringan dan saling menguatkan apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat, yaitu pendekatan berbasis masyarakat,” tegasnya.
Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga daya dukung lingkungan dalam pengembangan wisata, termasuk memperkuat kepatuhan terhadap kode etik interaksi dengan hiu paus.
Ia menegaskan masyarakat merupakan ujung tombak keberhasilan konservasi.
“Bapak-Ibu adalah ujung tombak sesungguhnya. Kebijakan pemerintah, program maupun pelatihan seperti ini akan berhasil apabila masyarakat di lapangan ikut menjaga dan merasa memiliki,” ungkapnya.
Pemkab Sumbawa, lanjutnya, akan terus mendorong sinergi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, sektor pariwisata dan lembaga konservasi agar kelestarian alam berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat. (SR)






