Bupati Sumbawa Minta Sekolah Tanam Pohon, Target Satu Anak Satu Pohon

oleh -28 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 September 2026) — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konferensi Kerja II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Gedung Dea Guru PGRI Kabupaten Sumbawa, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan apresiasi kepada PGRI sebagai rumah besar para guru sekaligus menyampaikan penghargaan atas pengabdian guru dan tenaga kependidikan dalam pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Sumbawa.

“Pahlawan tanpa jasa, tapi banyak jasa. Siapa yang bilang guru pahlawan tanpa jasa? Jasa guru luar biasa, tertulis maupun tidak tertulis,” kata Bupati.

Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Selain orang tua, guru pada jenjang TK, SD, dan SMP menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai dan membangun karakter peserta didik.

Bupati juga mengenang jasa para gurunya yang telah mendidik dan membimbingnya hingga dapat mengemban amanah sebagai kepala daerah. Ia menegaskan, keberhasilan seseorang dalam kehidupan tidak terlepas dari peran guru yang pernah mendidiknya.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Bupati menilai keberadaan guru tetap tidak tergantikan.

Menurutnya, internet dan AI memang memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memperoleh informasi. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan peran guru dalam memberikan motivasi, pendampingan, serta penguatan mental kepada anak.

“Ketika anak-anak sudah mulai jenuh, lelah, tidak bisa menjawab, yang bisa memotivasi dan menjawab adalah guru-guru hebat ini. ‘Jangan menyerah, Nak. Jangan putus asa, Nak. Kamu pasti bisa.’ Di AI tidak bisa itu,” ujarnya.

Karena itu, Bupati menilai guru memiliki posisi penting dalam membangun semangat, karakter, dan ketahanan mental peserta didik di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

Selain pendidikan, Bupati Jarot menyampaikan program pembangunan daerah, salah satunya Sumbawa Hijau Lestari.

Program tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan manusia, pemerintahan, dan kelestarian lingkungan. Pelaksanaannya mencakup tiga langkah utama, yakni melindungi kawasan hutan yang masih utuh, menyelamatkan kawasan yang mulai mengalami kerusakan, serta melakukan penanaman kembali pada kawasan yang telah rusak.

Pemkab Sumbawa, kata Bupati, juga telah membentuk satuan tugas perlindungan hutan sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan hutan dan lingkungan.

Dalam kaitan itu, Bupati mengajak PGRI mengambil bagian dalam gerakan penghijauan melalui sekolah-sekolah.

“Saya minta diprogramkan sekolah-sekolah menanam pohon: satu anak satu pohon,” tegasnya.

Penanaman pohon, lanjutnya, dapat dilakukan di lingkungan sekolah, masjid, maupun fasilitas umum apabila sekolah tidak memiliki lahan yang cukup. Yang terpenting, pohon yang ditanam harus dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat.

Bupati berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan dunia pendidikan dan seluruh elemen masyarakat.

Di hadapan para pengurus dan anggota PGRI, Bupati juga memaparkan sejumlah perkembangan pembangunan di Kabupaten Sumbawa.

Di antaranya rencana pengembangan industri garam, perikanan terpadu, peternakan unggas terintegrasi, serta investasi di sektor pertambangan.

Pemkab Sumbawa, kata dia, telah menyiapkan kawasan yang mendukung pengembangan industri garam. Ia berharap Sumbawa dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi garam nasional.

Bupati juga menyampaikan perkembangan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbawa dengan kuota yang direncanakan mencapai ribuan peserta didik. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sejumlah pembangunan infrastruktur dan fasilitas pemerintahan serta pertahanan turut disinggung, termasuk rencana pembangunan Batalyon Marinir dan Korem di Pulau Sumbawa.

Sementara di bidang infrastruktur dasar, pemerintah daerah tengah menyiapkan percepatan elektrifikasi bagi sejumlah desa yang hingga kini belum mendapatkan jaringan listrik PLN.

Koordinasi dan persiapan lapangan, kata Bupati, terus dilakukan agar pembangunan jaringan listrik tersebut dapat segera direalisasikan.

Dalam bidang pembinaan karakter dan keagamaan, Bupati juga mengajak para guru mendorong peserta didik melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus membangun kebiasaan positif pada anak.

“Kalau bisa dianjurkan tidak perlu setiap Subuh, minimal satu kali seminggu salat Subuh berjamaah anaknya di masjid,” katanya.

Bupati mengaitkan kegiatan keagamaan dan penghijauan dengan nilai pengabdian serta amal jariyah. Ia berharap berbagai kegiatan positif yang dilakukan hari ini dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Di penghujung sambutannya, Bupati berharap Konferensi Kerja II PGRI Kabupaten Sumbawa menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konkret, realistis, serta memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan di daerah.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, bertanya, mencoba, dan berkembang,” tegasnya.

Ia juga kembali menyampaikan penghargaan atas pengabdian seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Sumbawa serta mengajak semua pihak bersama-sama menjaga marwah profesi pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. (SR)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *