Pria 56 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Penginapan Vita Amelia

oleh -164 Dilihat

DOMPU, samawarea.com (29 Agustus 2026) Penginapan Vita Amelia, Dusun Udayana, Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kamis (26/8/2026) malam, mendadak ramai. Kepolisian Sektor (Polsek) Manggelewa, Polres Dompu, terlihat di TKP dan langsung memeriksa kamar Nomor 12.

Terungkap dalam kamar tersebut ditemukan seorang pria tak bernyawa. Korban diketahui berinisial S (56), warga Dusun Anamina, Desa Anamina, Kecamatan Manggelewa. Korban ditemukan dalam kondisi terbaring di atas tempat tidur.

Informasi yang dihimpun polisi, korban datang ke penginapan sekitar pukul 09.00 Wita menggunakan sepeda motor Vario 110 warna hitam list biru. Setelah memesan kamar Nomor 12 dan melakukan check-in, korban kemudian beristirahat di dalam kamar.

Sekitar pukul 21.00 Wita, penjaga malam penginapan, Muhlis Kurniawan (32), melakukan pengecekan kamar. Saat itu diketahui kunci kamar Nomor 12 belum dikembalikan.

Muhlis kemudian mendatangi kamar dan memanggil korban dari depan pintu. Namun, tidak ada jawaban. Karena pintu kamar tidak terkunci, saksi membukanya dan mendapati korban telah terbaring di atas kasur dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Saksi selanjutnya menghubungi anggota piket Polsek Manggelewa. Sekitar pukul 21.15 Wita, Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin, S.IP., M.H. bersama anggota piket SPKT mendatangi lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Dompu untuk melakukan olah TKP.

Tim Inafis tiba sekitar pukul 22.20 Wita dan langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan ambulans RSUD Manggelewa untuk menjalani pemeriksaan medis.

Korban tiba di RSUD Manggelewa sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan pemeriksaan awal pihak rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin mengatakan, polisi tetap melakukan penanganan sesuai prosedur, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi dan pihak keluarga.

“Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi dan mengamankan TKP, kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis untuk melakukan olah TKP. Korban selanjutnya kami evakuasi ke RSUD Manggelewa untuk pemeriksaan medis,” jelasnya.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sesak napas dan sering mengalami nyeri dada. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut, tidak keberatan dan menolak dilakukan autopsi.

Meski pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, polisi tetap melakukan pulbaket dan penelusuran untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dapat diketahui secara jelas.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengimbau masyarakat tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Berdasarkan pemeriksaan awal pihak rumah sakit tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan penanganan serta penelusuran kejadian kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Sekitar pukul 23.50 Wita, jenazah korban dibawa keluarga menuju rumah duka di Dusun Anamina, Desa Anamina. Situasi selama proses penanganan hingga penyerahan jenazah kepada keluarga berlangsung aman dan kondusif. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *