Dukung Rencana Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personel, Johan Rosihan: Pastikan juga Kesejahteraannya !

oleh -86 Dilihat

JAKARTA, samawarea.com (8 Juli 2026) – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menanggapi wacana pemerintah yang akan menambah jumlah polisi hutan menjadi 70.000 personel.

Melalui unggahan di media pribadinya, Anggota DPR Fraksi PKS itu memberikan lima catatan penting agar kebijakan penambahan personel polisi kehutanan benar-benar bisa berjalan efektif yakni, peningkatan kualitas, penempatan, kewenangan, peningkatan kelembagaan, serta akuntabilitas anggaran.

Menurut Johan, selama ini jumlah Polhut memang sangat tidak sebanding dengan luas kawasan hutan Indonesia yang mencapai 125 juta hektar. Jumlah personel yang ada saat ini tidak memadai untuk mengawasi kawasan hutan, taman nasional, dan mencegah berbagai kejahatan kehutanan.

“Saya kira penambahan personel Polhut ini sangat perlu ya, karena memang jumlah personal kita di lapangan kan memang kurang sekali. Enggak sebanding jumlah dengan area kawasan yang memang menjadi tugas mereka,” ungkap politisi PKS tersebut melalui sambungan media. Selasa (7/7/2026/).

Ia juga menambahkan bahwa selain menambah personel, pemerintah juga perlu memastikan kesejahteraan para polisi hutan. Disebutkan Johan, penambahan Polhut harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan. Mereka perlu didukung anggaran operasional yang memadai, peralatan kendaraan, serta koordinasi yang kuat dengan TNI/Polri.

“Mereka adalah garda terdepan yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil dengan tingkat risiko yang tinggi. Sudah sepatutnya mereka memperoleh perlindungan, fasilitas kerja, dan penghargaan yang layak,” ucapnya.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengklaim bahwa Presiden Prabowo sudah memutuskan untuk menambah polisi hutan menjadi 70.000 personel.

“Pak Prabowo sudah putuskan untuk menjaga hutan-hutan yang begitu berharga. Polisi khusus kehutanan yang di luar negeri namanya forest ranger itu akan bertambah dari 5.000 petugas menjadi 70.000 petugas untuk menjaga,” kata Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, dikutip dari keterangannya, Senin (6/7/2026).

Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut Kementerian Kehutanan saat ini sedang melakukan rekrutmen polisi kehutanan secara bertahap guna memperkuat perlindungan kawasan hutan.

“Kalau tidak salah, Pak Menteri Kehutanan sudah putuskan tahun ini 23.000 ya, akan direkrut dalam tiga tahun,” ujarnya. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *