Bupati Sumbawa: Pembinaan Atlet akan Dimulai dari Desa

oleh -45 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Juli 2026)  – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, ingin sepak bola Sumbawa kembali memiliki daya saing. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat sistem pembinaan atlet mulai dari tingkat desa melalui kompetisi yang berjenjang.

Hal itu disampaikan Bupati saat membuka secara resmi Open Turnamen Sepak Bola Kakiang Cup 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hulu, Selasa (21/7/2026).

Di hadapan masyarakat, pemain, panitia, serta jajaran pemerintah desa dan kecamatan, Bupati menegaskan bahwa keberadaan lapangan sepak bola di desa merupakan modal penting dalam mencetak pemain-pemain berkualitas.

Bupati mengapresiasi Pemerintah Desa Kakiang dan masyarakat setempat yang tetap mempertahankan lapangan sepak bola sebagai ruang pembinaan olahraga.

“Saya senang melihat lapangan sepak bola di Desa Kakiang ini masih tetap dipertahankan. Terima kasih kepada Pak Kepala Desa dan masyarakat yang telah menjaga lapangan ini. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar fasilitas ini semakin baik,” ujar Bupati.

Menurutnya, Sumbawa memiliki banyak pemain berbakat. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang karena belum didukung sistem pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan.

Sorotan Bupati mengarah pada capaian sepak bola Sumbawa di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB yang dinilai masih belum maksimal.

Padahal, kata dia, sepak bola merupakan cabang olahraga yang memiliki daya tarik besar dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat daerah.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Bupati berencana menghidupkan kembali pola pembinaan berbasis zona yang pernah diterapkan pada 2008–2009.

Dalam konsep tersebut, kompetisi akan dibagi dalam beberapa wilayah, seperti zona timur, barat, tengah, dan selatan. Pemain terbaik dari masing-masing zona kemudian akan dikumpulkan dalam kompetisi tingkat kabupaten sebagai proses seleksi atlet.

“Saya ingin tahun depan pembinaan sepak bola dilakukan lebih serius melalui kompetisi antarzona. Dari kompetisi itu kita bisa menemukan pemain terbaik yang dipersiapkan memperkuat Sumbawa,” tegasnya.

Bupati menyebut, Kabupaten Sumbawa pada Porprov NTB sebelumnya mampu meraih sekitar 30 medali emas dan berada di posisi kedua dari 10 kabupaten/kota. Namun, capaian tersebut harus terus ditingkatkan, terutama pada cabang sepak bola.

“Kita punya banyak anak-anak muda berbakat. Tinggal bagaimana kita memberikan ruang, pembinaan, dan kompetisi yang tepat,” katanya.

Melalui Kakiang Cup 2026, Bupati berharap muncul pemain muda potensial yang kelak mampu membawa nama Sumbawa pada level yang lebih tinggi.

Selain pembinaan prestasi, Bupati juga mengingatkan agar turnamen berjalan dengan menjunjung tinggi sportivitas. Pemain diminta bertanding secara fair, sementara suporter diimbau menjaga keamanan dan ketertiban.

“Sepak bola bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang persaudaraan, kebersamaan, dan hiburan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anak aktif berolahraga. Menurutnya, olahraga menjadi salah satu cara membangun generasi yang sehat, kuat, dan disiplin.

“Jangan biarkan waktu anak-anak hanya habis untuk bermain handphone. Dorong mereka ikut kegiatan olahraga agar tumbuh menjadi generasi yang sehat,” pesannya.

Bupati menyampaikan penghargaan kepada panitia Kakiang Cup 2026, Pemerintah Desa Kakiang, Pemerintah Kecamatan Moyo Hulu, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.

Kakiang Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi awal kebangkitan pembinaan sepak bola Sumbawa dari desa menuju prestasi yang lebih besar. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *