Bupati Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Warga Melalui Festival Pindang Belik Lantung

oleh -92 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Juli 2026) —Festival Budaya Pindang Belik Kecamatan Lantung Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Kamis (30/7). Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Samawa ini berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimda, Asisten III Setda Sumbawa, kepala OPD, perwakilan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Forkopimcam Lantung, para kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati yang disapa Haji Jarot menegaskan bahwa Festival Pindang Belik bukan sekadar perayaan kuliner tradisional, tetapi merupakan ikhtiar bersama menjaga identitas budaya masyarakat Samawa sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

“Festival ini adalah cara kita merawat jati diri Tau Samawa. Generasi muda harus mengenal sejarah, filosofi, dan asal-usul Pindang Belik sebagai warisan leluhur yang wajib dilestarikan,” ujarnya.

Bupati mengaku baru mengetahui secara langsung proses pembuatan Pindang Belik saat mengunjungi lokasi festival. Menurutnya, kuliner khas tersebut menjadi bukti tingginya pengetahuan lokal masyarakat Samawa dalam mengawetkan ikan jauh sebelum hadirnya teknologi pendingin modern.

“Masyarakat terdahulu mampu menciptakan teknik pengawetan ikan yang sesuai dengan kondisi geografis Lantung yang jauh dari wilayah pesisir. Ini adalah kearifan lokal yang luar biasa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan selamat kepada pengurus Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kecamatan Lantung yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah adat dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Menurut Bupati, Festival Budaya Pindang Belik juga harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun untuk mendorong pertumbuhan UMKM, terutama perajin tenun dan pelaku usaha kuliner tradisional.

Ia mencontohkan kebijakan penggunaan tenun adat Samawa di lingkungan ASN yang dinilai berhasil meningkatkan permintaan terhadap produk tenun lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi para penenun. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *