Istri Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa, Suami di Dasar Laut

oleh -809 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (31 Maret 2026) — Setelah menemukan istrinya dalam kondisi tak bernyawa, Tim gabungan akhirnya menemukan suaminya yang menjadi korban tenggelam di perairan Pantai Sentigi, Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, Selasa (31/3/2026) pagi.

Korban diketahui bernama I Made Suradnya (40), suami dari Ni Putu Sutri, korban yang lebih dulu ditemukan tak bernyawa sehari sebelumnya, mengapung di perairan setempat.

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K melalui Kasi Humas IPDA Mulyawansyah, S.H., Selasa (31/3), mengatakan pencarian korban dimulai sekitar pukul 08.00 Wita di pesisir Pantai Sentigi, Dusun Bremang, Desa Luk. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Sumbawa, Basarnas, personel Polsek Rhee, relawan, serta masyarakat setempat. Ikut dalam pencarian tersebut Ketua TRC BPBD Kabupaten Sumbawa M. Sait dan Kapolsek Rhee IPDA Romy Octovian Munir, S.H.

Dalam proses pencarian, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penyisiran di laut serta penyelaman di lokasi korban diduga memasang jaring, sedangkan tim kedua menyisir sepanjang garis pantai.

Sekitar pukul 09.30 Wita, korban akhirnya ditemukan oleh tim penyelam di dasar laut. Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan perahu karet milik BPBD dan dibawa ke tepi pantai sebelum dilarikan ke Puskesmas Rhee.

Diketahui, korban bersama istrinya sebelumnya pergi mencari ikan menggunakan jaring tanpa perahu di sekitar pantai. Diduga kuat keduanya tenggelam akibat cuaca buruk berupa ombak besar dan angin kencang.

Sehari sebelumnya, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 17.30 Wita, warga lebih dulu menemukan jasad Ni Putu Sutri tanpa identitas. Setelah dilakukan koordinasi dengan tim INAFIS Polres Sumbawa, identitas korban berhasil diketahui dan pihak keluarga dihubungi.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya membantu evakuasi korban, membawa korban ke fasilitas kesehatan, mengamankan barang milik korban berupa sepeda motor dan jaring, serta melakukan pengumpulan keterangan (pulbaket).

Sementara itu, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah mengikhlaskan kepergian korban.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya nelayan tradisional, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca saat melaut guna menghindari kejadian serupa,” pungkas Mulyawansyah. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *