Dalih Pemeliharaan Jaringan, PLN Sumbawa Hampir Setiap Hari Padamkan Listrik di Sejumlah Kecamatan

oleh -120 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Maret 2026) – Pelayanan PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa kembali menuai sorotan masyarakat. Di bulan suci Ramadhan, perusahaan listrik negara tersebut cukup masih melakukan pemadaman. Pemadaman nyaris dilakukan setiap hari. Alasannya cukup kalsik. Yakni pemeliharaan jaringan untuk peningkatan keandalan sistem.

Hal ini diketahui dari informasi resmi pemeliharaan yang dirilis PLN UP3 Sumbawa. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa pemadaman listrik dilakukan selama beberapa jam di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Terbaru, pemadaman listrik dilakukan pada Senin, 9 Maret 2026. Kemudian, Rabu (10/3) dan sudah diumumkan untuk dilakukan pemadaman pada Kamis (12/3) besok. Dalam informasi tersebut disebutkan pemadaman dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

Wilayah yang padam berdasarkan pengumuman adalah wilayah kerja ULP Samawarea dan ULP Empang meliputi sebagian Desa Luk Kecamatan Rhee, Desa Muet dan Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang.

Sehari sebelumnya, daerah padam di Kecamatan Lunyuk meliputi Dusun Perung, Ai Ketapang, Sumber Sari, Mekar Sari, wilayah Tambak, Dusun Bendungan, Liang Bage dan sekitarnya. Pemadaman juga pernah terjadi di Kecamatan Moyo Hulu, Orong Telu, serta beberapa desa di Kecamatan Tarano.

Manajemen PLN dalam pengumuman tersebut juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kegiatan pemeliharaan jaringan listrik tersebut.

Namun pemadaman listrik ini dinilai kontradiktif dengan komitmen PLN sebelumnya yang menyatakan siap menjaga keandalan pasokan listrik demi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Muncul rumor bahwa pemadaman dilakukan untuk menghemat bahan bakar.

Bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, pemadaman listrik di siang hari sangat terasa dampaknya. Banyak di antara mereka yang harus menyiapkan berbagai menu, makanan ringan, hingga takjil sejak pagi hingga menjelang siang untuk dijual saat berbuka puasa.

Sebagian besar proses pengolahan makanan dan minuman tersebut menggunakan peralatan berbasis listrik. Ketika listrik padam, aktivitas produksi menjadi terganggu bahkan berpotensi menimbulkan kerugian karena makanan atau bahan baku yang tersimpan di kulkas bisa rusak.

Warga pun khawatir pemadaman listrik dengan dalih pemeliharaan ini akan terus berulang dan menjadi kebiasaan, terlebih di bulan Ramadhan yang seharusnya membutuhkan pasokan listrik stabil untuk menunjang aktivitas ibadah maupun kegiatan ekonomi masyarakat.

Terkait hal itu, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa, Firman yang dikonfirmasi, Rabu (11/3), belum memberikan tanggapan. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *