SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Februari 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus merealisasikan Program Unggulan 09 Jarot–Ansori yang berfokus pada bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM serta pendampingan entrepreneur milenial. Program ini menjadi bagian dari komitmen penguatan ekonomi kerakyatan dan penciptaan wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.
Pada tahap realisasi terbaru, sebanyak 224 unit usaha menerima bantuan modal dan sarana prasarana usaha. Rinciannya terdiri dari 145 UKM dan 79 IKM yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP kepada samawarea.com, Jumat (27/2/26) mengatakan, bantuan modal tersebut mayoritas dimanfaatkan untuk pengembangan usaha warung sembako, jasa boga (catering), usaha kue, kios, serta industri rumahan lainnya.
Bupati berharap suntikan modal ini mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, serta memperkuat daya tahan usaha kecil di tengah dinamika ekonomi.
Selain itu, lanjut Bupati yang karib dipanggil Haji Jarot, Pemkab Sumbawa juga menyalurkan dana hibah sebesar Rp 1,475 miliar kepada 77 Kelompok Usaha Bersama (KUBe). Dana hibah ini diperuntukkan bagi kelompok fakir miskin di berbagai kecamatan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok.
Program ini tidak hanya berhenti pada bantuan finansial. Melalui program Bale Berdaya, sebanyak 110 UMKM binaan mendapatkan pembinaan intensif. Di dalamnya terdapat 21 Local Champion yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Para Local Champion ini diharapkan menjadi role model dan penggerak ekonomi di wilayah masing-masing.
Sementara itu, untuk mendorong lahirnya wirausaha muda, lanjut Haji Jarot, pemerintah menghadirkan program Bale Mula sebagai platform pendampingan entrepreneur milenial. Program ini dirancang khusus untuk mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mandiri dalam membangun usaha berbasis potensi lokal.
Bersama Wakilnya, Drs. H. Mohamad Ansori, Bupati menegaskan bahwa penguatan UMKM dan wirausaha muda merupakan strategi jangka panjang dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Melalui bantuan modal, hibah kelompok, dan pendampingan terstruktur, kita ingin memastikan pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas,” ujar Bupati.
“Program Unggulan 09 ini menjadi bukti komitmen Jarot–Ansori dalam menghadirkan kebijakan pro-rakyat, sekaligus mendorong transformasi ekonomi berbasis pemberdayaan dan inovasi generasi muda di Kabupaten Sumbawa,” imbuhnya. (SR)






