Sumbawa Barat Samawarea. Com ( 11/2/2026) Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemda KSB) menargetkan pelaksanaan Medical Check Up (MCU) bagi seluruh karyawan tambang dapat dilakukan 100 persen di RSUD Assy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan daerah sekaligus bentuk kontribusi sektor tambang terhadap pembangunan kesehatan di KSB.
Bupati Sumbawa Barat melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Carlof Sitompul, menegaskan bahwa pelaksanaan MCU secara penuh di RSUD Assy-Syifa menjadi komitmen pemerintah daerah yang akan dipersiapkan secara matang dan profesional.
“Bupati Sumbawa Barat sangat tegas menyampaikan bahwa MCU harus 100 persen dilakukan di RSUD Assy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat. Semua akan kita persiapkan dengan baik,” ungkap Dr. Carlof Sitompul.
Ia menjelaskan, target 100 persen tersebut tidak dilakukan secara instan, melainkan bertahap dan terukur, mengingat jumlah karyawan tambang yang mencapai sekitar 40.000 orang. Oleh karena itu, Pemda KSB bersama RSUD Assy-Syifa tengah menyiapkan berbagai kebutuhan, baik dari sisi sarana prasarana, peralatan medis, hingga sumber daya manusia yang profesional.
“Keinginan untuk mencapai 100 persen akan kita atur secara bertahap. Sambil berjalan, kita juga menyiapkan seluruh kebutuhan MCU yang profesional agar mampu menampung seluruh karyawan tambang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Carlof menekankan bahwa pelaksanaan MCU tidak hanya berorientasi pada jumlah atau kuantitas pemeriksaan, namun juga mengutamakan kualitas hasil pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, kualitas layanan menjadi prioritas utama agar hasil MCU benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami menjamin bahwa MCU nantinya akan menghasilkan tes kesehatan yang baik. Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis ke depan, Pemda KSB juga berencana menjadikan puskesmas-puskesmas yang berada di lingkar tambang sebagai satelit RSUD Assy-Syifa.
Puskesmas tersebut akan difungsikan untuk mendukung pelaksanaan MCU, sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih dekat dan mudah diakses oleh para karyawan tambang.
“Ke depan, puskesmas di lingkar tambang akan kita siapkan menjadi satelit RSUD Assy-Syifa untuk MCU. Ini untuk mendekatkan pelayanan kepada karyawan, sehingga akan tersedia banyak pilihan ketika 100 persen MCU sudah diambil alih RSUD Assy-Syifa,” ujarnya.
Menurut Dr. Carlof, langkah ini dinilai sangat rasional dan strategis sebagai bentuk kontribusi nyata sektor pertambangan dalam mendukung kemajuan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia menilai, perusahaan tambang yang telah lama beroperasi dan memanfaatkan sumber daya alam KSB sudah seharusnya ikut berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
“Ini adalah langkah yang sangat masuk akal sebagai kontribusi nyata sektor tambang untuk mendukung kemajuan pelayanan kesehatan di KSB. AMMAN sudah bertahun-tahun mengambil hasil bumi KSB, sehingga sudah sepatutnya turut mendukung kemajuan daerah, salah satunya di bidang kesehatan,” katanya.
Pemda KSB pun berharap kebijakan ini dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan dari seluruh pihak terkait, sehingga tujuan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta kemandirian RSUD Assy-Syifa dapat terwujud secara berkelanjutan.






