SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Januari 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa, Kamis (22/1/2026).
Bupati menyampaikan, melalui peluncuran Program Bale Mula, pemerintah daerah menjawab langsung program prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMD. Program ini menyasar pencari kerja muda harapan, wirausaha milenial yang sehat, cerdas dan produktif, sekaligus memperkuat UMKM agar mampu bersaing dan naik kelas.
“Bale Mula kami rancang sebagai ruang tumbuh bagi UMKM dan wirausaha baru, termasuk pengembangan agroindustri pangan, hortikultura dan perkebunan, peternakan, serta perikanan,” ungkap Bupati.
Menurutnya, ruang ekonomi publik juga terus dibuka melalui berbagai aktivitas seperti Car Free Day dan Car Free Night. Saat ini, sekitar 400 pelaku UMKM telah terlibat aktif, sementara lebih dari 300 pelaku usaha lainnya masih antre untuk berpartisipasi. Antusiasme tersebut dinilai sebagai indikator hidupnya semangat berusaha masyarakat Sumbawa.
“Tugas pemerintah adalah memastikan ruang itu tetap terbuka, teratur, dan didampingi, agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Di luar pembangunan fisik dan ekonomi, Bupati menekankan pentingnya kekuatan nilai dan spiritualitas masyarakat. Karena itu, Pemkab Sumbawa menggencarkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, gerakan bersedekah, serta zakat profesi sebagai upaya membangun kesalehan sosial yang nyata.
“Pembangunan tidak cukup diukur dari bangunan dan angka, tetapi juga harus terasa dalam kepekaan, kepedulian, dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Upaya tersebut, lanjut Bupati, berjalan seiring dengan prestasi di bidang keagamaan. Pada April 2025 lalu, Kabupaten Sumbawa sukses menjadi tuan rumah STQH tingkat Provinsi NTB dan mampu meningkatkan peringkat dari sebelumnya peringkat sepuluh menjadi peringkat empat. MTQ tingkat kabupaten di Labuhan Badas juga berlangsung sukses, sekaligus menjadi momentum pencanangan beasiswa pendidikan dan bantuan modal usaha bagi para juara.
“Ini bentuk keberpihakan agar prestasi keagamaan tidak berhenti di podium, tetapi berlanjut menjadi masa depan yang lebih baik,” katanya.
Seluruh ikhtiar pembangunan tersebut dirangkai dalam 12 Program Unggulan Jarot–Ansori. Sebagian program telah berjalan dan sebagian lainnya terus diperkuat. Bagi pemerintah daerah, program unggulan bukan sekadar janji, melainkan komitmen kerja yang manfaatnya harus terus diuji oleh masyarakat.
Meski demikian, Bupati mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari akses jalan desa terpencil, penciptaan lapangan kerja, investasi produktif, hingga pengelolaan lingkungan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat universitas, pelaku usaha, komunitas, generasi muda, dan Tau Samawa untuk bersama-sama mengawal arah pembangunan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa, BPD, perangkat desa, dan seluruh masyarakat desa atas kinerja dan dukungan sepanjang tahun 2025. Capaian kemajuan desa menunjukkan tren positif, dengan jumlah desa mandiri meningkat dari 65 desa pada 2024 menjadi 71 desa pada 2025, serta desa maju naik dari 69 menjadi 73 desa.
“Enam puluh tujuh tahun Kabupaten Sumbawa mengajarkan kita bahwa daerah ini dibangun oleh kebersamaan dan komitmen untuk mengelola ruang hidup secara bertanggung jawab demi keberlanjutan generasi,” pungkasnya. (SR)






